Gus Yahya Ingin Perbaiki Komunikasi dengan Pengurus Daerah Jika Jadi Ketum PBNU
·waktu baca 2 menit

Salah satu kandidat Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengaku menyerap berbagai aspirasi warga NU ketika turun berkeliling ke sejumlah daerah. Salah satu aspirasi itu adalah perbaikan komunikasi di seluruh jenjang kepengurusan NU.
“Permintaan yang paling menonjol yang paling sering datang dari cabang-cabang dan wilayah mereka menginginkan ada komunikasi yang lebih lancar, yang lebih bermakna antara seluruh jenjang kepengurusan, ini mulai dari PBNU sampai ke ranting,” kata Gus Yahya di sela-sela Muktamar NU di Ponpes Darusa’adah, Lampung Tengah, Rabu (22/12).
Itu sebabnya, lanjut Gus Yahya, ia menawarkan satu strategi membangun agenda-agenda nasional untuk dieksekusi sebagai program-program di tingkat daerah.
“Sehingga PBNU kemudian tumbuh kebutuhan untuk berkomunikasi dengan cabang karena harus memantau mengevaluasi mengadvokasi dan sebagainya,” beber Gus Yahya.
“Mungkin selama ini kurang lancar karena tidak ada kebutuhan untuk berkomunikasi karena cabang harus memikirkan programnya. PP (Pengurus Pusat) memikirkan sendiri. Ya, banyak hal, sebagian besar apa yang dikerjakan cabang yang lain ndak tahu, apa yang dikerjakan PP, cabang enggak tahu,” tambah Gus Yahya.
Gus Yahya berpendapat, saat ini di setiap jenjang masing-masing membuat program sendiri-sendiri. Ini justru menimbulkan masalah yang harus segera diselesaikan.
“Kita harus konsolidasikan ini menjadi satu sistem eksekusi agenda nasional,” kata Gus Yahya.
Bagaimana soal pemilihan Ketum PBNU nanti? Gus Yahya mengaku pemilihan ketum adalah hal yang biasa. Ia tak mau berbicara banyak soal pencalonannya.
“Ya normal saja, ini sudah bolak balik ini muktamar ke-34. Jadi, bukan yang pertama, ini sudah bolak balik dan kita sudah saksikan selama ini bahwa ini proses normal saja. Ada banyak calon kemudian ada yang terpilih dan habis itu kita bareng-barang lagi,” tutup Gus Yahya.
