Gus Yahya Tegaskan Tak Ada Capres-Cawapres NU: Kami Tak Mau Dipermainkan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum PBNU, Yahya Staquf di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (7/8/2023). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketum PBNU, Yahya Staquf di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (7/8/2023). Foto: Zamachsyari/kumparan

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menegaskan, tidak ada sosok capres atau cawapres di 2024 yang mengatasnamakan Nahdlatul Ulama (NU). Memang ada sejumlah kader NU yang aktif di partai politik, tapi tidak serta merta mewakili NU.

Hal itu diungkapkannya usai pembukaan acara ASEAN Intercultural and Interreligious Dialogue Conference atau ASEAN IIDC di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (7/8).

"Bahwa tidak ada calon presiden atau calon wapres atas nama NU, pokoknya tidak ada. Calon, siapa pun calonnya, itu atas nama kredibilitas masing-masing, enggak ada yang atas nama NU apalagi atas nama Islam, pasti tidak ada," kata Yahya menjawab pertanyaan wartawan.

Gus Yahya meminta jangan sampai NU dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu di 2024.

Nah, ini supaya orang politisi ini tidak mempermainkan agama. NU aja kami enggak mau dipermainkan untuk pencalonan begini, begitu, apalagi agama, jangan dipermainkan.

--Ketum PBNU Gus Yahya

Ilustrasi Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Supri/REUTERS

Capres-Cawapres Jangan Nyalon Bawa Nama NU

Gus Yahya mengingatkan, apabila ada salah satu tokoh yang ingin maju menjadi capres ataupun cawapres, jangan sampai dia membawa nama NU.

"Kalau mau nyalon jangan bilang atas nama NU, ya pokoknya mutu sampeyan sendiri gimana," kata mantan jubir presiden semasa (alm) Gur Dur menjadi RI-1 ini.

Sebelumnya diberitakan, cawapres dari NU dinilai bisa mendongkrak suara capres di Pilpres 2024 mendatang. Nama-nama tokoh dari NU beberapa kali masuk bursa cawapres.

kumparan post embed

Kader NU dipertimbangkan untuk cawapres Anies maupun Prabowo. NasDem pernah terang-terangan mengatakan kriteria cawapres Anies yang ideal berdarah NU untuk mendongkrak suara Anies di Jawa Timur.

"Menurut saya, siapa yang bisa memenangkan daerah Jawa (yang ideal). Jadi kalau kemudian kriteria, kalau menurut kami ya, idealnya itu mengambil orang Jawa Timur, darah NU," kata Wakil Ketua Umum NasDem, Ahmad Ali, beberapa waktu lalu.

Sementara Prabowo Subianto santer dikabarkan akan berdampingan dengan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dia merupakan Ketum PKB dan juga berdarah NU.

Selain itu kader NU yang juga Imam Besar Masjidil Istiqlal Nasaruddin Umar sempat dipertimbangkan menjadi cawapres Ganjar Pranowo. Namun belakangan terpental dari 5 besar cawapres yang diungkap PDIP.

Mantan Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siradj bahkan menegaskan PKB dan sang ketum Muhaimin Iskandar harus menang di Pemilu 2024. "PKB adalah NU, NU adalah PKB," ujarnya di acara Haul Gus Dur ke-14 di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (4/8/2023).

kumparan post embed