Gus Yaqut: Habib Rizieq Enggak Usah Dipaksa-paksa Pulang

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yaqut Cholil Qoumas di Gedung PP Muhammadiyah. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Yaqut Cholil Qoumas di Gedung PP Muhammadiyah. Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Ketua DPP PKB Yaqut Cholil Qoumas menanggapi polemik Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab yang sampai saat ini masih tinggal di Makkah, Arab Saudi. Menurut Yaqut, hal itu tak perlu dipersoalkan, termasuk oleh PBNU.

"Dicekal misalnya, dia nggak boleh masuk. Semua berhak, untuk pulang berhak. Saya kira termasuk di dalamnya Rizieq Syihab. Dia berhak untuk pulang. Saya kira enggak perlu dibesar-besarkan. Biasa aja," kata Yaqut di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10).

Kata Yaqut, apabila Rizieq akhirnya pulang pun tak perlu diributkan. Hanya saja, ia harus membayar denda sesuai nominal karena telah melanggar aturan overstay.

"Sekarang kan persoalannya Habib Rizieq ini kan overstay, sebenarnya mudah aja kalau overstay. Dia tinggal bayar lalu pulang. Jadi kalau dia pergi-pergi sendiri jangan bikin ributlah di sini, biar dia pulang-pulang sendiri. Gitu aja," ujarnya.

Menurut dia, pernyataan PBNU yang turut memberikan komentar tentang masalah Rizieq itu berlebihan.

"Dan PBNU berlebihan menanggapi itu. Nggak perlulah ditanggapi orang pergi kok, orang mau pulang ya pulang aja," jelas Ketum GP Ansor itu.

Sebab, lanjut dia, Rizieq pulang atas kemauannya sendiri. Jadi, tidak perlu ada yang memaksa atau mengomentari kepulangannya.

"Wong dia pergi juga kemauannya sendiri, biar aja kalau mau pulang ya biar kemauannya sendiri. Nggak usah dipaksa-paksa pulang, atau ada usaha biar dia pulang," tutup Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

kumparan post embed