Gus Yasin: 46 Ribu Orang di Semarang dan Demak Jadi Korban Banjir

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga berjalan menembus banjir yang menggenangi jalur utama pantura Semarang-Surabaya di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga berjalan menembus banjir yang menggenangi jalur utama pantura Semarang-Surabaya di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin menyebut 46 ribu orang jadi korban banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak hingga Senin (27/10). Banjir masih terjadi, sebab pompa penyedot air tak bisa digunakan.

Gus Yasin merinci, ada 25 ribu KK atau 46 ribu jiwa yang terdampak di Kaligawe Semarang dan Kabupaten Demak. Meski begitu, mereka belum mau dievakuasi oleh petugas.

"Belum ada yang mau dievakuasi atau mengungsi, mereka pilih bertahan. Tapi Dinsos sudah menyiapkan opsi, penyiapan dapur umum, dan antisipasi ketika ada kepadatan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan," ujar Gus Yasin, Senin (27/10).

Ia mengakui, ada beberapa pompa di Sungai Kaligawe, Sringin, Kali Tenggang yang masih dalam perbaikan sehingga penanganan banjir belum optimal.

"Minta maaf kepada masyarakat Demak, Genuk Kota Semarang, dan pelaku jalanan (yang terdampak banjir). Kami sudah lakukan percepatan-percepatan, tapi memang belum masif," jelas dia.

Meski begitu, ia sudah mengerahkan 8 unit pompa di Sungai Kaligawe dengan kapasitas 250-2000 liter per detik (lps). Selain itu, akan ada rumah pompa berkapasitas 6.000 lps.

"Tapi insya Allah akan ada rumah pompa di Kali Tenggang berkapasitas 6.000 lps yang mampu membuang genangan air lebih cepat," tegas dia.

Sejumlah warga menumpang mobil bak terbuka untuk dapat menembus banjir yang masih menggenangi jalur utama pantura Semarang-Demak di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Senin (27/10/2025). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Selain itu, menurutnya solusi mengatasi banjir di Jateng yakni percepatan pembangunan tanggul laut (baik giant sea wall maupun hybrid sea wall). Namun, ia juga meminta masyarakat tak buang sampah sembarang.

"Solusi berikutnya seperti masukan para ahli, adalah budaya buang sampah masyarakat dan perbaikan drainase. Alhamdulillah pembuangan sampah di Kota Semarang sudah mulai baik. Di kawasan atas (Semarang atas) juga perlu penanganan, utamanya penanaman pohon. Memang kita tidak bisa meminta petani," kata Gus Yasin.

Untuk diketahui, sudah hampir satu pekan sejumlah wilayah di Kota Semarang dan Kabupaten Demak terendam banjir. Banjir juga melumpuhkan Jalan Pantura Semarang-Demak.