Gusti Bhre Mundur Mendadak dari Pilwalkot Solo, Gibran Cawe-Cawe Cari Pengganti
·waktu baca 2 menit

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X atau Gusti Bhre mundur dari pencalonan Pilwalkot Solo menjelang hari pendaftaran ke KPU.
Keputusan ini membuat partai pengusungnya, yakni Gerindra, PKS, PSI, PKB, dan PAN kecewa. Namun mereka menghormati keputusan bangsawan Solo tersebut.
Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto, mengatakan keputusan yang mendadak ini mengecewakan banyak pihak, terutama parpol yang sudah telanjur mengeluarkan rekomendasi.
“Pasti ada (kecewa), tidak puas dengan keputusan Gusti Bhre," kata Ardianto kepada wartawan, Rabu (28/8/).
Kata Ardianto, parpol pendukung langsung melakukan konsolidasi untuk mencari pengganti Gusti Bhre. Akhirnya diputuskan untuk mengusung Ketua Hipmi Solo, Respati Ardi, dan Rektor Universitas Surakarta (Unsa) Astrid Widayani untuk Pilkada Surakarta (Solo).
"Kemudian muncul tiba-tiba Respati-Astrid. Ada yang kurang sependapat, itu hal wajar," kata Ardianto.
Terpilihnya Respati-Astrid di detik-detik terakhir itu, diakui Ardianto merupakan cawe-cawe dari Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka yang juga mantan Wali Kota Solo.
Yang memutuskan (Respati-Astrid) beliau (Gibran). Karena Solo ini Mas Gibran masih cawe-cawe, tidak mau salah," katanya.
Mundur karena Alasan keluarga
Gusti Bhre mundur dari pencalonan wali kota Solo dengan alasan keluarga. Hal tersebut disampaikan Gusti Bhre kepada parpol pendukungnya pagi tadi, Rabu (28/8).
Ketua DPW PSI Jateng, Antonius Yogo Prabowo mengatakan pihaknya langsung konsolidasi menyikapi tentang mundurnya Gusti Bhre sebagai cawalkot Solo.
“Pagi ini (Rabu) kami mendapat kabar dan akan langsung konsolidasi tentang mundurnya Gusti Bhre bersama partai-partai koalisi lain juga barusan dapat kabar,” kata Yogo, Rabu (28/8).
DPP PSI, kata dia, menghormati betul keputusan Gusti Bhre. Ia pun tetap menjaga komunikasi dengan Gusti Bhre.
“Kami menghormati betul keputusan beliau sebagai kepala pemerintahan di kadipaten Mangkunegaran. Kami bisa memahami tidak baik juga jika suatu hal dipaksakan,” kata dia.
Dia mengatakan PSI bersamaan dengan Gerindra mengusulkan dukungan pada Respati-Astrid. Dia menyadari butuh kerja keras semua partai dengan perubahan calon ini.
“Kami sama-sama sadar butuh terus kerja keras semua partai semua elemen untuk memenangkan pasangan Respati Astrid,” kata dia.
Untuk langkah ke depan PSI berkomitmen tetap solid bersama partai koalisi untuk tetap merapatkan barisan mencari pengganti siapa pun pengganti Gusti Bhre.
“Saya yakin tentu yang terbaik yang sudah menjadi pertimbangan mata untuk turun di Pilkada Solo,” katanya.
