Habil Marati Diserahkan ke Kejaksaan, Akan Segera Disidangkan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yusril Ihza Mahendra dan Habil Marati (kanan) di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/7). Foto: Raga Imam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Yusril Ihza Mahendra dan Habil Marati (kanan) di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/7). Foto: Raga Imam/kumparan

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah melimpahkan tersangka kasus permufakatan jahat dan kepemilikan senjata api dalam kerusuhan 22 Mei, Habil Marati. Penyerahan ini dilakukan bersamaan dengan barang bukti.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, penyerahan Habil Marati bersamaan dengan penyerahan tersangka kasus kepemilikan senjata api ilegal lainnya, Kivlan Zen pada Kamis (22/8).

"Tadi pukul 12.00 WIB hari Kamis, diserahkan (tersangka) bersama barang bukti ke Kejari Jakarta Pusat,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (22/8).

Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (kanan) usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (19/6). Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Argo menyebut berkas perkara Habil Marati telah dinyatakan lengkap atau P-21 pada Rabu (21/8).

Dalam kasusnya, Habil diduga berperan sebagai donatur pembelian senjata ilegal yang akan digunakan Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen untuk membunuh lima tokoh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (11/3). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan

Kelima tokoh itu adalah Menkopolhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere, dan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Habil diduga memberikan uang Rp 150 juta kepada Kivlan untuk membeli 4 pucuk senjata api. Selain itu, Habil juga disinyalir memberikan uang Rp 60 juta untuk biaya operasional dalam mengeksekusi kelima tokoh tersebut. Polisi sudah menangkap Habil sejak 29 Mei 2019.

Senjata yang digunakan pelaku saat rusuh 21-22 Mei Foto: Indra Fauzi/kumparan