Hadi Minta BNPT-BIN Deteksi Dini Jaringan ISIS Buntut Serangan Moskow

25 Maret 2024 18:28 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga meletakkan bunga di tugu peringatan darurat di depan Balai Kota Crocus, Sehari setelah serangan senjata di Krasnogorsk, luar Moskow, Sabtu (23/3/2024) Foto: STR/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga meletakkan bunga di tugu peringatan darurat di depan Balai Kota Crocus, Sehari setelah serangan senjata di Krasnogorsk, luar Moskow, Sabtu (23/3/2024) Foto: STR/AFP
ADVERTISEMENT
Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto, meminta jajaran BNPT, BIN, hingga Densus 88 Antiteror Polri, untuk melakukan deteksi dini potensi serangan ISIS di Indonesia. Hal ini dilakukan menyusul serangan yang dilancarkan ISIS di Moskow, Rusia.
ADVERTISEMENT
"Untuk deteksi dini, termasuk juga pemantauan jaringan-jaringan teroris apalagi ISIS terus dilaksanakan, tadi sudah kita bicarakan antara BNPT, BIN, Kadensus, semuanya terus dipantau," kata Hadi dalam jumpa pers, Senin (25/3).
Menko Polhukam, Hadi Tjahjanto, hadiri Rapim TNI-Polri di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024). Foto: Youtube/Kemhan RI
Mantan Menteri ATR/BPN itu mengungkapkan, pemantauan perlu dilakukan secara mendalam. Mulai dari aktivitas hingga pergerakannya.
"Termasuk juga kita upayakan bisa mendeteksi jaringan-jaringan sehingga bisa masuk kepada lone wolf," ungkap dia.
Hadi memastikan, pihaknya tak akan memberikan ruang gerak kepada teroris untuk melancarkan aksi serangan di Indonesia.
Empat tersangka serangan teroris di gedung konser Crocus City telah didakwa di pengadilan Moskow pada Minggu (24/3) malam. Mereka diidentifikasi sebagai warga negara Tajikistan, di mana ISIS banyak merekrut simpatisan.