Hakim, Pengacara, dan Pejabat Jadi Target Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan
ยทwaktu baca 2 menit

Kelompok Taliban Pakistan (TTP) menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri yang menewaskan 12 orang dan melukai 27 orang di Islamabad, Pakistan, pada Selasa (11/11) kemarin. Mereka mengatakan, target dari serangan itu adalah hakim, pengacara, dan pejabat.
"Milisi kami menyerang komisi yudisial di Islamabad. Hakim, pengacara, dan pejabat yang menjalankan putusan berdasarkan hukum Pakistan yang tidak Islami menjadi target," kata kelompok itu, dikutip dari AFP, Rabu (12/11).
Taliban Pakistan bahkan mengancam akan melakukan lebih banyak serangan di Pakistan.
"(Akan melakukan lebih banyak serangan) hingga hukum Syariah Islam diimplementasikan," kata kelompok itu lagi.
Saksi mata yang berada di lokasi menggambarkan kepanikan saat kejadian. Seorang pengacara, Mohammed Shahzad Butt, mengatakan terjadi ledakan hebat saat kejadian.
"Orang-orang berlarian karena panik. Saya melihat setidaknya lima jenazah terbaring di gerbang depan," katanya.
Pengacara lainnya, Rustam Malik, mengaku mendengar ledakan keras di gerbang saat hendak memasuki kompleks pengadilan.
"Kondisinya sangat kacau. Pengacara dan orang-orang berlarian masuk ke kompleks (pengadilan). Saya melihat dua jenazah terbaring di depan gerbang dan sejumlah mobil terbakar," kata Malik.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebelumnya telah menuduh Taliban Pakistan dan separatis dari wilayah Balochistan atas serangan ini. Kedua kelompok itu banyak melakukan serangan, utamanya terhadap pasukan keamanan.
Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi mengatakan sebelum serangan di Islamabad, lebih dulu ada serangan di sebuah sekolah di distrik Wana dekat perbatasan Afghanistan. Penyerang bersembunyi di lingkungan sekolah.
"Ada pula serangan di Wana tadi malam. Tiga orang tewas dalam serangan itu. Pelaku yang terlibat dalam serangan adalah orang Afghanistan. Afghanistan terlibat dalam serangan itu," kata Naqvi.
Pakistan dan Afghanistan juga baru-baru ini terlibat bentrokan di perbatasan pada Oktober lalu, menjadikannya bentrokan terparah dalam beberapa tahun terakhir. Menurut PBB, lebih dari 70 orang tewas baik dari pihak Pakistan dan Afghanistan, termasuk sekitar 50 warga sipil Afghanistan.
Kedua negara telah menyepakati gencatan senjata, namun gagal menyelesaikan detailnya selama beberapa putaran negosiasi pekan lalu. Baik Pakistan dan Afghanistan saling menyalahkan atas hal itu.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan, serangan bom bunuh diri di Islamabad harus dilihat sebagai peringatan.
"Dalam situasi seperti ini, sia-sia saja berharap akan keberhasilan negosiasi dengan penguasa Kabul," katanya di X.
Pakistan menuduh Afghanistan melindungi Taliban Pakistan dan kelompok militan lain yang meluncurkan serangan di perbatasan. Namun, tuduhan itu dibantah Afghanistan.
