Hakim PN Medan yang Tewas Juga Punya Bisnis Properti dan Sawit

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hakim PN Medan Jamaluddin yang ditemukan tewas. Foto: Dok. PN Medan
zoom-in-whitePerbesar
Hakim PN Medan Jamaluddin yang ditemukan tewas. Foto: Dok. PN Medan

Polisi berhasil mengungkap kasus tewasnya hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55), yang dibunuh oleh istrinya sendiri Zuraida Hanum (41).

Dari penelusuran kumparan, sebelumnya santer terdengar motif pembunuhan Jamaluddin karena harta. Namun, dalam keterangannya Zuraida ke polisi, motif pembunuhan karena asmara dan cinta segitiga.

Sejumlah pihak cukup penasaran berapa banyak harta kekayaan Jamaluddin sebagai hakim. Ia juga termasuk wajib melaporkan harta kekayaannya (LHKPN) ke KPK.

Zuraida Hanum bersama suami, Jamaluddin. Foto: Facebook / @Zuraida Hanum

Dilihat dari LHKPN, Jamaluddin memiliki kekayaan sebesar Rp 2.188.000.000. Ia tercatat terakhir melapor LHKPN pada 8 April 2019.

kumparan mencoba menelusuri bisnis lain Jamaluddin di luar profesinya sebagai hakim. Berdasarkan keterangan Humas PN Medan, Erintuah Damanik, korban juga memiliki bisnis sawit hingga properti.

Menurut Erintuah, bisnis-bisnis yang dimiliki Jamaluddin dikelola oleh Zuraida.

"Yang kita tahu dia punya bisnis, tapi yang dijalankan istrinya. Ada (bisnis) properti, ada (bisnis) kebun sawit, ada sub kontraktor," ujar Erintuah di PN Medan, Kamis (9/1).

Hakim PN Medan Jamaluddin ditemukan tewas di dalam Land Cruiser di area perkebunan di Deli Serdang, Sumut. Foto: Dok. Istimewa

Terkait isu dugaan pembunuhan karena motif harta, Erintuah tidak mengetahuinya. Namun, ia mengungkapkan sempat ada pengacara perempuan yang mendatanginya dan menceritakan keinginan Jamaluddin bercerai dari Zuraida.

"Yang melaporkan seperti itu ya (mau cerai), lalu saya bilang kalau seperti itu," kata Erintuah.

Diduga pengacara perempuan yang datang bernama Maimunah. Maimunah sebelumnya mengaku sebagai pengacara perceraian antara Jamaluddin dan Zuraida.

kumparan post embed

Maimunah juga sempat datang ke Polrestabes Medan pada Senin (16/12/2019) untuk melaporkan kejanggalan atas kematian Jamaluddin.

Kepada polisi, Maimunah menyebut Jamaluddin ingin menceraikan Zuraida sejak September 2019. Namun, Zuraida menolak. Sebab, jika mereka bercerai, seluruh harta Jamaluddin akan diberikan ke anak-anak dan istri pertamanya.

Zuraida adalah otak pembunuhan Jamaluddin. Ia dibantu oleh selingkuhannya, Jefri pratama (42), dan rekannya, Reza Fahlevi (29).

kumparan post embed