Hamas Bantah Tudingan AS & Israel: Tak Ada yang Disembunyikan di RS Al-Shifa
ยทwaktu baca 2 menit

Pejabat Palestina di Jalur Gaza membantah tudingan Israel beserta sekutu setianya, Amerika Serikat, bahwa Hamas telah menggunakan Rumah Sakit Al-Shifa sebagai pusat komando militer hingga lokasi penyimpanan senjata.
Tudingan yang berdasar pada informasi intelijen AS itu menjadi salah satu dalih pasukan penjajah meluncurkan serangan ke RS Al-Shifa pada Rabu (15/11) dini hari.
Dikutip dari Al Jazeera, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, Ashraf Al-Qudra, menegaskan tak ada yang disembunyikan di RS Al-Shifa karena hanya ada dokter dan warga sipil.
"Kami tidak perlu takut atau bersembunyi. Hanya ada dokter, pasien dan orang-orang yang telantar," kata Qudra, tak lama setelah Israel meluncurkan serangan ke rumah sakit terbesar di Jalur Gaza itu.
Sebelumnya, Qudra mengkonfirmasi bahwa puluhan tentara Israel telah memasuki area gedung Unit Gawat Darurat (UGD) RS Al-Shifa, sementara tank-tank dan kendaraan berat berada di sekelilingnya.
Serangan itu terjadi di saat ribuan warga sipil masih terjebak di dalam RS Al-Shifa. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, diperkirakan ada 650 pasien dan 5.000 hingga 7.000 warga sipil korban kekejaman Israel berlindung di RS Al-Shifa.
Mereka tidak punya pilihan lain selain bertahan di sana meski tanpa aliran listrik dan keterbatasan akses ke air bersih, makanan, bahan bakar, obat-obatan, hingga layanan internet. Sebab, nyawa mereka yang menjadi taruhan jika keluar dari kompleks rumah sakit.
Di sekeliling Al-Shifa, pejabat Palestina mengatakan pasukan drone dan sniper Israel telah ditempatkan sembari bersiaga menunggu perintah untuk menembaki target-targetnya tanpa pandang bulu.
Sehubungan dengan seluruh kebrutalan yang dilakukannya sejak 7 Oktober, Israel diyakini tidak hanya ingin menumpas Hamas seperti yang dikatakannya di awal perang โ melainkan juga menumpas warga etnis Palestina di Jalur Gaza.
