Hamas Bantah Tudingan AS & Israel: Tak Ada yang Disembunyikan di RS Al-Shifa

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Palestina yang terluka dan dirawat di rumah sakit Al Shifa, bergerak ke selatan setelah melarikan diri dari Gaza utara, di Jalur Gaza tengah, Jumat (10/11/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina yang terluka dan dirawat di rumah sakit Al Shifa, bergerak ke selatan setelah melarikan diri dari Gaza utara, di Jalur Gaza tengah, Jumat (10/11/2023). Foto: Ibraheem Abu Mustafa/REUTERS

Pejabat Palestina di Jalur Gaza membantah tudingan Israel beserta sekutu setianya, Amerika Serikat, bahwa Hamas telah menggunakan Rumah Sakit Al-Shifa sebagai pusat komando militer hingga lokasi penyimpanan senjata.

Tudingan yang berdasar pada informasi intelijen AS itu menjadi salah satu dalih pasukan penjajah meluncurkan serangan ke RS Al-Shifa pada Rabu (15/11) dini hari.

Dikutip dari Al Jazeera, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, Ashraf Al-Qudra, menegaskan tak ada yang disembunyikan di RS Al-Shifa karena hanya ada dokter dan warga sipil.

"Kami tidak perlu takut atau bersembunyi. Hanya ada dokter, pasien dan orang-orang yang telantar," kata Qudra, tak lama setelah Israel meluncurkan serangan ke rumah sakit terbesar di Jalur Gaza itu.

X post embed

Sebelumnya, Qudra mengkonfirmasi bahwa puluhan tentara Israel telah memasuki area gedung Unit Gawat Darurat (UGD) RS Al-Shifa, sementara tank-tank dan kendaraan berat berada di sekelilingnya.

Serangan itu terjadi di saat ribuan warga sipil masih terjebak di dalam RS Al-Shifa. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, diperkirakan ada 650 pasien dan 5.000 hingga 7.000 warga sipil korban kekejaman Israel berlindung di RS Al-Shifa.

Mereka tidak punya pilihan lain selain bertahan di sana meski tanpa aliran listrik dan keterbatasan akses ke air bersih, makanan, bahan bakar, obat-obatan, hingga layanan internet. Sebab, nyawa mereka yang menjadi taruhan jika keluar dari kompleks rumah sakit.

Di sekeliling Al-Shifa, pejabat Palestina mengatakan pasukan drone dan sniper Israel telah ditempatkan sembari bersiaga menunggu perintah untuk menembaki target-targetnya tanpa pandang bulu.

Sehubungan dengan seluruh kebrutalan yang dilakukannya sejak 7 Oktober, Israel diyakini tidak hanya ingin menumpas Hamas seperti yang dikatakannya di awal perang โ€” melainkan juga menumpas warga etnis Palestina di Jalur Gaza.

kumparan post embed