Harga Produksi Pertanian Anjlok, Nilai Tukar Petani Turun 0,38 Persen

Badan Pusat Statistik mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2017 turun 0,38 persen atau menjadi 99,95 dibandingkan Februari 2017 . Posisi ini juga turun jika dibandingkan Maret 2016 yang sebesar 101,32.
Seperti diketahui, NTP adalah perbandingan harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. NTP adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan.
Kepala BPS Suharyanto mengatakan Penurunan NTP pada Maret disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian mengalami penurunan lebih besar dari penurunan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga maupun keperluan produksi pertanian.
"Subsektor tanaman pangan holtikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan mengalami perurunan," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Senin (3/4).
Penurunan NTP Maret 2017 dipengaruhi turunnya NTP pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,71 persen, subsektor hortikultura 0,26 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,37 persen, subsektor peternakan 0,11 persen, dan subsektor perikanan 0,10 persen
"NTP pada bulan Maret ini memang kurang menggembirakan. Karena hampir semua sektor mengalami penurunan," katanya.
