Hari 2 Ekspedisi Perbatasan RI-Malaysia: Jalan Mulus di Tapal Batas

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pembangunan Jalan Perbatasan di Kalimantan Barat. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan Jalan Perbatasan di Kalimantan Barat. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

Setelah hari pertama melewati jalanan berlapis tanah merah yang licin dan membelah hutan Kalimantan Barat, tim Ekspedisi Tour of West Borneo jalur perbatasan Indonesia-Malaysia bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melanjutkan perjalanan hari kedua pada Kamis kemarin.

Perjalanan kali ini yang akan kami lewati adalah ruas jalan Putusibau- Nanga Badau (162,49 km) - Nanga Kantuk -Merakai (60 km). Jalur ini terhitung lebih panjang dibandingkan jalan yang dilalui pada hari pertama.

Memulai perjalanan pada pukul 7.30 WIB, kami berangkat dari Putusibau untuk menuju ke Nanga Badau yang berjarak 162,49 km. Ruas jalan ini sudah sangat mulus beraspal. Mobil yang kami gunakan bisa melaju dengan kecepatan 60-80 km per jam.

Namun, banyak sekali tikungan dan tanjakan karena melintasi perbukitan di jalur ini. Beberapa kali di sepanjang perjalanan kami menemukan dilakukan pengerjaan perbaikan menambal jalan yang rusak.

Setelah sekitar menempuh perjalanan hampir 2,5 jam, tim beristirahat di daerah Sungai uluk palin, Dusun Tanjung Kerta. Lokasi Desa ini berjarak sekitar 39 kilometer dari titik keberangkatan kami di Putusibau.

Baca juga: Membelah Hutan Belantara Bangun Jalan Perbatasan RI-Malaysia

Pembangunan Jalan Perbatasan di Kalimantan Barat (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pembangunan Jalan Perbatasan di Kalimantan Barat (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

Di lokasi kami beristirahat, saya melihat ada rumah di seberang jalan. Kebetulan sang pemilik sedang duduk di depannya. Saya menghampiri warga tersebut yang diketahui bernama Yohanes Korintus, berusia 40 tahun dan bekerja sebagai pegawai perangkat desa setempat.

Dia mengaku sangat terbantu dengan perbaikan jalan ini. Berbeda dengan dulu, kata dia, kini untuk belanja keperluan sehari-hari sangat mudah. Selain itu, tugas untuk melakukan kegiatan desa seperti sosialisasi kepada warga juga bisa lebih terjangkau karena akses jalan yang sudah bagu.

"Sosialisasi tentunya lebih mudah, belanja keperluan sehari hari juga sangat terbantu," ujar Yohanes di kawasan Putusibau, Kalimantan Barat.

Tentunya pembangunan jalan dimanapun, masyarakatlah yang harus merasakan manfaatnya secara langsung, mulai dari waktu tempuh yang semakin berkurang, juga mempermudah akses sehingga bisa kapan saja melakukan aktifitasnya.

Jalan Perbatasan di Kalimantan Barat. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Perbatasan di Kalimantan Barat. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

Kami pun melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 14.00 waktu setempat, kami tiba di base camp PT. Brantas Abipraya. Kontraktor BUMN ini merupakan salah satu perusahaan konstruksi yang mengerjakan pelebaran jalan akses menuju Pos Lintas Batas Negara Badau yang saat ini sedang dikerjakan. Terlihat beberapa alat berat dan juga material berada di base camp ini.

Baca juga: Hari 1 Ekspedisi Jalur Perbatasan RI-Malaysia

Penanganan oleh PT BRantas Abipraya anatara lain adalah melakukan pelebaran jalan menjadi 4 lajur atau dengan lebar 7,5 meter. Sebelumnya, lebar jalan di jalur ini hanya sekitar 4 meter. Pelebaran jalan dilakukan dari Nanga (Simpang) Badau sepanjang 27,55 kilometer dengan nilai anggaran Rp 284 miliar.

Jalan Perbatasan di Kalimantan Barat. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jalan Perbatasan di Kalimantan Barat. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

"Ini bagian dari asean roadway. Persyaratan jadi laik fungsi, karena ruas ini jadi akses paralel perbatasan yang menyambung dengan jalan negara sebelah yakni Malaysia," ujar Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian, BBPJN XI Nanang Handono Prasetyo.

Perjalanan pun akan kami lanjutkan untuk menuju ke Pos Lintas Batas Negara Badau, sekitar 1,5 jam perjalanan untuk menapakan kaki dengan perbatasan Malaysia tersebut.