Haris Azhar Bakal Laporkan Balik Luhut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar berjalan keluar Gedung Ditreskrimum usai memenuhi undangan mediasi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar berjalan keluar Gedung Ditreskrimum usai memenuhi undangan mediasi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/10/2021). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTO

Direktur Lokataru Haris Azhar bakal melaporkan balik Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus pencemaran nama baik.

"Jadi akan laporan balik ya walaupun secara legal ini bukan delik aduan," kata kuasa hukum Haris, Nurkholis kepada wartawan, Senin (21/3).

Namun tak disebutkan lebih lanjut olehnya terkait pasal apa yang akan dituduhkan terhadap Luhut.

Nurkholis menyebut, pihaknya sudah menjelaskan dalam proses pemeriksan kliennya sebagai saksi kepada penyidik bahwa ada dugaan tindak pidana yang terjadi di Intan Jaya yang diduga menyeret Luhut.

"Selama proses pemeriksaan sebagai saksi Haris sudah menyampaikan informasi-informasi mengenai dugaan kejahatan ekonomi yang terjadi di Intan Jaya," tutur Nurkholis.

Haris Azhar Datangi Polda Metro, Diperiksa Sebagai Tersangka. Foto: Jonathan Devin/kumparan

Untuk itu, Nurkholis menjelaskan hal itu akan kembali dijelaskan dalam pemeriksaan sebagai tersangka yang dijalani kliennya kini.

"Karena ini tidak di-follow-up secara responsif oleh kepolisian, hari ini kita akan berikan informasi tambahan itu. Dan kalau perlu tadi, kita akan hari ini atau besok akan melakukan pelaporan balik," kata Nurkholis.

Sebelumnya, Haris telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian atas dugaan kasus pencemaran nama baik Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

Kasus itu bermula dari salah satu video yang diunggah di channel YouTube Haris Azhar. Dalam video itu, Haris menyebut Luhut ada di balik relasi ekonomi dan operasi militer di Papua soal potensi tambang emas di Blok Wabu.