Hasil Evaluasi Nataru 2024: Kecelakaan Menurun, Korban Tewas Meningkat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Rapat Komisi V bersama Kementerian Perhubungan, BMKG, dan Basarnas terkait evaluasi liburan natal dan tahun baru (nataru), di Ruang Rapat Komisi V, DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025).  Foto: Alya Zahra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Rapat Komisi V bersama Kementerian Perhubungan, BMKG, dan Basarnas terkait evaluasi liburan natal dan tahun baru (nataru), di Ruang Rapat Komisi V, DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkapkan hasil kinerja Operasi Lilin selama liburan Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru) dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI, pada Kamis (23/1).

Dibandingkan liburan Nataru Tahun 2023-2024, angka kecelakaan lalu lintas kali ini mengalami penurunan hingga 4 persen. Meskipun begitu, angka korban yang meninggal dunia meningkat 6 persen.

“Dari (data kecelakaan lalu lintas) tanggal 21 (Desember 2024) sampai tanggal 2 (Januari 2025) itu, jumlah kejadian (kecelakaan lalu lintas) memang mengalami penurunan cukup banyak yaitu 4 persen,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Operasional Korlantas Polri Kombes Pol Eddy Djunaedi di ruang rapat Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta.

“Namun, di waktu yang direkapitulasi oleh kita, tanggal 21 Desember sampai 2 Januari (2025) berdasarkan data IRSMS Polri itu, angka korban yang meninggal naik sebanyak 6 persen,” sambungnya.

Eddy menyebut korban kecelakaan lalu lintas paling banyak berusia 15-20 tahun.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi di Menara Astra, Jakarta, Rabu (28/3). Foto: Jonathan Devin/kumparan

“Kalau kita pilah kembali, angka kecelakaan yang terjadi selama Operasi Lilin 2024 di mana usia 15-20 tahun itu menyumbang 56 persen dari jumlah angka kecelakaan yang ada. Ini yang kita jadikan target operasi kecelakaan sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Eddy juga mengapresiasi kinerja Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam menyediakan infrastruktur di jalan tol. Sehingga kecelakaan lalu lintas di jalan tol selama Nataru dapat mengalami penurunan.

“Namun perlu kita apresiasi di mana rekapitulasi di jalan tol itu mengalami penurunan yang luar biasa. Infrastruktur yang baik itu meningkatkan aspek keselamatan. Karena sebagian kecelakaan yang terjadi itu di jalan tol,” ujarnya.

Sejumlah kendaraan pemudik melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Kabupaten Karawang , Jawa Barat, Sabtu (23/12/2023). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Berikut data kecelakaan lalu lintas Nataru Tahun 2023-2024 dan 2024-2025:

  • Kecelakaan Lalu Lintas Nataru Tahun 2023-2024: 3.118 kasus

  • Kecelakaan Lalu Lintas Nataru Tahun 2024-2025: 2.987 kasus

  • Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas Nataru Tahun 2023-2024: 457 orang

  • Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas Nataru Tahun 2024-2025: 485 orang

  • Korban Luka Berat Kecelakaan Lalu Lintas Nataru Tahun 2023-2024: 399 orang

  • Korban Luka Berat Kecelakaan Lalu Lintas Nataru 2024-2025: 527 orang

  • Korban Luka Ringan Kecelakaan Lalu Lintas Nataru Tahun 2023-2024: 3.937 orang

  • Korban Luka Ringan Kecelakaan Lalu Lintas Nataru Tahun 2024-2025: 3.812 orang

Data kecelakaan lalu lintas di jalan tol dan non tol selama liburan Nataru Tahun 2023-2024 dan 2024-2025:

  • Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Tol Liburan Nataru Tahun 2023-2024: 64 kasus

  • Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Tol Liburan Nataru Tahun 2024-2025: 29 kasus

  • Kecelakaan Lalu Lintas Non Tol Liburan Nataru Tahun 2023-2024: 3.054 kasus

  • Kecelakaan Lalu Lintas Non Tol Liburan Nataru Tahun 2024-2025: 2.755 kasus