News
·
4 September 2020 16:38

Hasil Forensik: Ada Bubuk Mesiu di Telunjuk Eks Kepala BPN Badung

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hasil Forensik: Ada Bubuk Mesiu di Telunjuk Eks Kepala BPN Badung  (30610)
Barang bukti ditunjukkan saat rilis kasus eks Kepala BPN Badung yang bunuh diri di Polda Bali, Jumat (4/9). Foto: Denita Matondang/kumparan
Polisi mengungkap hasil penyelidikan terhadap peristiwa kematian eks BPN Badung Tri Nguraha yang diduga bunuh diri di kamar mandi lantai II Gedung Kejati Bali, Senin (31/8) malam kemarin.
ADVERTISEMENT
Dari hasil forensik, olah tempat kejadian perkara, keterangan saksi hingga rekonstruksi, polisi menyimpulkan Tri bunuh diri.
"Bahwa diduga kuat korban atas nama Tri Nugraha meninggal dunia dikarenakan bunuh diri dengan menggukan senjata api jenis revolver SR 38 357 T1102114100085 Sarsilmaz yang dibawanya saat kejadian dengan cara menembakkan ke arah dada sebelah kiri hingga tembus ke punggung dan meninggal dunia," kata Direskrimum Polda Bali Kombes Dodi Rahmawan, Jumat (4/9).
Dari hasil autopsi, ditemukan luka tembak masuk pada dada kiri menembus kulit, jaringan lemak, otot dada, jantung depan, otot bilik kiri jantung, jantung sisi belakang permukaan bawah, bagian bawah paru kiri menembus sampai dinding belakang dan otot ke 11 punggung bagian kiri.
ADVERTISEMENT
Lalu ditemukan luka terbuka pada otot bilik kiri jantung, bagian bawah paru kiri serta pendarahan pada rongga pada diri dan di dalam kantung jantung. Luka pada jantung yang mengakibatkan pendarahan berat dan menyebabkan Tri tewas.
Sementara itu, Kabid Laboratorium Forensik Kombes I Wayan Sukena mengatakan, Tri diduga kuat menarik pelatuk revolver tersebut dengan jari telunjuk yang mengarah ke dada dalam jarak dekat.
Hal ini berdasarkan residu mesiu yang ditemukan pada selongsong senjata dan proyektil yang ditemukan di lokasi. "Itu tadi kan diswab dia menggunakan senjata, berarti kan telunjuknya yang pegang (pelatuk)," ujar Sukena.
Selain itu, Wayan juga mengatakan Tri diduga melakukan aksi bunuh diri dengan cara setengah berdiri. Hal ini berdasarkan jarak antara dinding dengan lantai mencapai sekitar 1 meter dan residu mesiu ditemukan pada lubang dinding yang benturan dengan proyektil.
ADVERTISEMENT
"Agak berdiri dia, jadi ini di kloset ini membuktikan bahwa memang benar terjadi tembakan di situ dan ini bentuk benturan peluru yang ada dan positif materi yang ada di peluru sebagai jaketnya menempel," kata Sukena.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)