Hasil Prarekonstruksi: Perampok Villa Kedoya Buang Brankas ke Kali

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tersangka perampok dan penyekap di Villa Kedoya (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka perampok dan penyekap di Villa Kedoya (Foto: Dok. Istimewa)

Polres Metro Jakarta Barat menggelar prarekonstruksi perampokan di Villa Kedoya yang terjadi pada 31 Desember 2017. Dalam salah satu adegan terungkap bahwa tersangka Puji membuang brankas uang ke Kali Sekretaris di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Kasat Reskrim Polres Jakbar AKBP Edy Suratna Sitepu menyebut, ada 21 adegan yang diperagakan dalam prarekonstruksi itu. Seluruh adegan diperankan oleh kedua tersangka, yakni Pujiyantoro dan Santoso alias Oma.

“Hari ini kita lakukan prarekonstruksi sebanyak 21 adegan, yang melibatkan Puji dan Oma (Santoso), tujuannya untuk menguji keterangan tersangka,” kata Edy dalam jumpa pers di Mapolres Jakbar, Senin (22/1).

Edy menyebut, Puji berperan mengemudikan motor dan memantau kondisi sekeliling selama rekannya merampok di dalam rumah.

“Puji ini berjaga di depan rumah sambil mengamati atau memantau orang yang lewat di sekita TKP kemudian setelah itu, berhasil melakukan perampokan, mengangkat brankas kemudian dibuang ke Kali Sekretaris,” tutur Edy.

“Sebelum dibuang, uang Rp 500 juta sudah diambil,” sambung Edy.

Menurut Edy perampokan Villa Kedoya melibatkan 4 tersangka, namun 2 di antaranya masih buron.

“Kita masih tetap memburu tersangka dan kita secepatnya akan menangkap mereka,” ujar dia.

Sebelumnya pada Minggu (3/12) korban Stefanus Christoper (27) dan bayinya yang masih berusia satu tahun menjadi korban perampokan dan penyekapan di kompleks perumahan mewah Villa Kedoya, Jalan Adi Karya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat itu Stefanus sedang mengasuh bayinya sambil bermain laptop.