Hasil SNBT: 256.369 Orang Lolos PTN, Prodi Kedokteran Paling Banyak Kecurangan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Peserta menjalani Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (22/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Sebanyak 256.369 orang dinyatakan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Jumlah itu hanya 29,42 persen dari keseluruhan peserta yang mendaftar, yakni sebanyak 871.496 orang.

SNBT 2026 diikuti oleh 146 perguruan tinggi negeri yang mencakup PTN akademik, PTN vokasi, maupun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

"Dari pendaftar 871.496, yang diterima itu 256.369 artinya yang diterima 29,42 persen," kata Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, dalam konferensi pers pengumuman hasil UTBK SNBT 2026 di Gedung D Kemdiktisaintek, Jl Pintu 1 Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Daya tampung total yang disediakan pada SNBT 2026 mencapai 286.864 kursi. Namun dari hasil SNBT, hanya 256.369 yang terisi.

"Jadi yang persentase yang diterima terhadap daya tampung itu 89,37 persen. Artinya akan ada kuota sejumlah lebih hampir 11 persen gitu sekitar 10,6 ya sekitar 10,6 persen itu yang akan dialihkan ke jalur mandiri ya," kata Eduart.

Rendahnya persentase kelulusan itu kerap menjadi pertanyaan masyarakat. Eduart mengakui pihaknya sering menerima keluhan dari orang tua peserta.

Eduart menegaskan, penetapan kuota SNBT di PTN tidak dapat berdasarkan kehendak pimpinan PTN. Penerimaan harus mempertimbangkan kesiapan masing-masing PTN.

"Sekali lagi penentuan kuota di perguruan tinggi negeri itu tidak bisa berdasarkan kehendak dan keinginan semata dari pimpinan perguruan tinggi misalnya tetapi itu memang harus disesuaikan dengan sarana prasarana sumber daya manusia kesiapan sehingga itu bisa menyesuaikan dengan kuota yang kita dapat terima karena kita tidak mungkin menerima kuota tanpa meningkatkan layanan yang harusnya bisa kita berikan," tegasnya.

Eduart mengatakan, animo masyarakat untuk mengikuti SNBT tercatat terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2024, total peserta UTBK SNBT tercatat 785.058 orang, dan melonjak menjadi 871.496 peserta pada 2026.

Dari total peserta, sebanyak 251.991 orang merupakan pendaftar KIP Kuliah. Dari jumlah itu, 86.118 orang dinyatakan lulus seleksi SNBT.

"Dari pendaftar KIP Kuliah 251.991 yang diterima itu 86.118 artinya 33,59 persen yang lulus SNBT dari pendaftar KIP Kuliah ya," kata Eduart.

1.751 Kecurangan, Mayoritas Prodi Kedokteran

Peserta bersiap mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Kampus Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mengungkapkan terdapat 1.751 kecurangan dalam SNBT 2026. Dari jumlah tersebut hampir 99 persen di antaranya dilakukan oleh pemilih Program Studi (Prodi) Kedokteran.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan, bahwa persentase kecurangan di prodi favorit itu mencapai angka yang sangat tinggi.

"Sebagian besar mungkin hampir semuanya 99 persen itu adalah Fakultas Kedokteran," ujar Brian usai konferensi pers pengumuman SNBT 2026 di Kemdiktisaintek.

Dijelaskan Brian, modus kecurangan pada SNBT 2026 antara lain penggunaan joki, pemilihan lokasi ujian yang dimanipulasi, serta penggunaan alat elektronik.

"Sehingga kan modus-modusnya itu tuh, Fakultas Kedokteran, terus lokasi tempat ujian, sama ya sama beberapa modus lainnya ya pakai alat elektronik. Nah kemarin kan kita pakai kemudian joki ya," jelasnya.

Untuk menangkalnya, panitia menerapkan sejumlah langkah pencegahan, termasuk face recognition dan pemanfaatan kecerdasan buatan yang dipadukan dengan basis data foto peserta dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kita dari situ pakai face recognition, kita juga pakai Al memanfaatkan database-database tahun sebelumnya karena kita mensinyalir bahwa pelaku kecurangan itu kan berasal dari satu kelompok tertentu ya. Artinya satu apa ya, seperti kelompok yang memang mereka by design melakukan proses kecurangan. Jadi orangnya itu-itu aja," kata Brian.

Ia menambahkan, kejanggalan bisa terdeteksi ketika foto peserta cocok dengan data ujian dari tahun-tahun sebelumnya.

"Kalau itu kok misalnya empat tahun lalu pernah ikut ujian kan enggak mungkin ya. Empat tahun lalu sekarang ikut ujian, atau tiga tahun lalu, nah itu sudah ada keanehan-keanehan itu," ujarnya.

Dari langkah-langkah tersebut, Brian menyebut, satu jaringan kecurangan berhasil dibongkar.

"Ada satu jaringan yang berhasil dibongkar gitu ya, bahwa mereka memang by intention apa melakukan penawaran kepada orang tua-orang tua dan lain sebagainya," kata Brian.

Kemendiktisaintek pastikan bakal menindak tegas dan tidak memberi ruang sedikit pun bagi para pelaku kecurangan. Tindakan curang tersebut dinilainya sangat merugikan peserta lain yang jujur serta merusak moral bangsa.

Sebagai langkah antisipasi pada SNBT 2026, panitia menerapkan strategi baru. Seluruh peserta yang mendaftar di prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi sengaja dijadwalkan mengikuti ujian pada hari pertama dan kedua, yakni tanggal 21-22 April.

Terbukti Pakai Joki

Ketua Umum SNPMB Eduart Wolok dalam konferensi pers temuan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK sesi 1-12 di Kantor Kemendiktisaintek, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengungkapkan 38 peserta akan di-blacklist atau masuk daftar hitam perguruan tinggi negeri (PTN) karena terbukti curang saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026.

"Khusus untuk kedua pelanggaran ini sanksinya adalah blacklist bagi peserta yang menggunakan kecurangan itu di-blacklist tidak dapat diterima pada jalur PMB selanjutnya di PTN mana pun," ujar Eduart.

Dari 38 peserta tersebut, sebanyak 27 peserta terbukti menggunakan joki sebagai peserta pengganti. Namun dari jumlah itu, hanya 7 joki yang benar-benar hadir pada waktu ujian. Selain itu, 11 peserta lainnya kedapatan menggunakan alat yang dilarang selama pelaksanaan UTBK.

Eduart memastikan daftar nama 38 peserta tersebut akan disebarkan ke seluruh PTN di Indonesia.

"Jadi daftar nama ini yang 38 ini pasti akan diserahkan ke seluruh perguruan tinggi negeri dan apabila untuk mendaftar mandiri apa semua dan sebagainya akan di-blacklist ya," tegasnya.

Untuk penanganan sindikat joki, Eduart menyebut prosesnya kini berada di tangan aparat penegak hukum. Menurutnya, kecurangan tersebut tidak bersifat individual melainkan terstruktur dan melibatkan banyak pihak.

"Bahkan untuk yang menggunakan joki ini terus berproses penanganannya di aparat yang berwajib gitu," ujarnya.

"Karena ini tidak hanya melibatkan joki semata tetapi juga melibatkan kerja sama dengan berbagai macam pihak terkait sehingga kenapa itu bisa terlaksana dengan secara begitu terstruktur dan masif tetapi alhamdulillah di tahun ini bisa kita tangani semuanya baik melalui pengecekan foto dengan mesin Al kemudian juga cek foto ke sekolah ya dengan tim TKA jadi kita meng-cross-check-kan semua data kemudian juga ada investigasi internal pusat UTBK setempat termasuk melaporkan ke aparat yang berwajib," lanjut Eduart.

Selain kecurangan, panitia SNPMB juga mencatat 1.751 pelanggaran dalam pelaksanaan UTBK-SNBT 2026.

Dari jumlah tersebut, 1.750 pelanggaran dilakukan oleh peserta, sementara 1 pelanggaran dilakukan oleh teknisi ruangan. Adapun rinciannya:

  • Mencontek sebanyak 9 kasus

  • Memfoto soal 1 kasus yang dilakukan teknisi ruangan

  • Deteksi foto otomatis 174 kasus

  • Foto tidak sesuai 7 kasus

  • Serta dokumen tidak lengkap dan tidak sesuai sebanyak 1.560 kasus.

Ia juga membedakan antara kecurangan terstruktur yang berujung blacklist dengan pelanggaran individual yang hanya berujung diskualifikasi.

"Jadi kalau yang tadi yang kecurangan tadi yang terstruktur itu di-blacklist tapi kalau yang lima pelanggaran ini ini didiskualifikasi dari pelaksanaan UTBK masih boleh untuk ikut di mandiri itu dibolehkan karena ini lebih bersifat individual gitu ya," jelasnya.

Bagi teknisi ruangan yang melanggar, sanksinya adalah tidak diperbolehkan menjadi teknisi ruang kembali, dengan vonis lanjutan diserahkan kepada pihak sekolah.

Eduart menambahkan, berbeda dengan tahun sebelumnya, seluruh kecurangan pada SNBT 2026 berhasil dideteksi sejak awal pelaksanaan ujian.

Salah satu langkah yang diterapkan adalah peserta tidak dapat memilih lokasi pusat UTBK, melainkan hanya kota pelaksanaan. Penentuan lokasi, hari, dan sesi ujian baru diumumkan H-10 sebelum pelaksanaan secara acak.

Kampus yang Paling Diminati

Logo Universitas Indonesia terlihat di pintu masuk kampus di Depok, Kamis (16/4/2026). Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Universitas Indonesia (UI) dan Politeknik Negeri Bandung (Polban) menjadi perguruan tinggi negeri paling diminati peserta Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, masing-masing untuk kategori PTN akademik dan PTN vokasi.

"Universitas Indonesia itu ada 100.253 yang memilih Universitas Indonesia disusul Universitas Sebelas Maret Solo, Universitas Gadjah Mada Jogja, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Negeri Jakarta," kata Eduart.

Eduart mencatat dominasi PTN yang berlokasi di Pulau Jawa dalam daftar sepuluh besar tersebut.

"Kita lihat di sini hampir semuanya, bukan hampir ya, semuanya ya, ini perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa untuk PTN akademiknya," katanya.

Sementara itu untuk kategori PTN vokasi, Politeknik Negeri Bandung menempati posisi pertama sebagai yang paling banyak diminati. Eduart menyebut sejumlah politeknik dari luar Jawa turut masuk dalam daftar sepuluh besar.

"Kita lihat di PTN vokasi mulai dari Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Semarang, tapi ada Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Negeri Padang, dan Politeknik Negeri Batam yang dari luar Jawa," ujarnya.

Meski PTN di Jawa masih mendominasi, Eduart menilai tren peminat mulai menyebar ke berbagai daerah.

"Tentu ini juga menjadikan sebagai gambaran bahwasanya animo terhadap perguruan tinggi yang ada di kita semakin menyebar meskipun harus kita akui kalau di Jawa juga lebih banyak ya wajar karena memang jumlah penduduknya juga di Jawa kan memang jauh lebih banyak," katanya.

Prodi dengan peminat terbanyak di PTN akademik adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja jenjang D4 Universitas Sebelas Maret.

"Yang paling banyak adalah keselamatan dan kesehatan kerja jenjang D4 Universitas Sebelas Maret peminatnya 5.582. Kemudian menyusul keperawatan jenjang D3 Universitas Airlangga itu 5.216. Administrasi Bisnis jenjang diploma 3 Universitas Brawijaya juga 5.000 terus yang prodi akademik justru yang adanya adalah Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung, kemudian Hukum Universitas Diponegoro, dan Ilmu Hukum Universitas Indonesia," papar Eduart.

Eduart menyimpulkan tujuh dari sepuluh prodi terfavorit di PTN akademik merupakan prodi vokasi.

"Artinya di PTN akademik sendiri ternyata prodi dengan peminat terbanyak tujuh itu ada di prodi vokasi, tiga yang ada di prodi sarjana ya," katanya.

Untuk PTN vokasi, prodi Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menjadi yang paling banyak diminati.

"Yang pertama teknik keselamatan dan kesehatan kerja di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, kemudian administrasi bisnis, teknik informatika, administrasi bisnis, teknik informatika, manajemen bisnis, administrasi bisnis, dan teknik mesin. Jadi ini didominasi oleh teknik dan administrasi bisnis ya," ujar Eduart.