Hasto Benarkan Ingin Harun Gantikan Riezky di DPR: Dia Sosok Bersih

Kasus suap komisioner KPU Wahyu Setiawan yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (8/1), diduga terkait keinginan PDIP mengganti (pergantian antar waktu/PAW) anggota DPR PDIP bernama Riezky Aprilia.
Riezky adalah anggota DPR yang dilantik karena menggantikan anggota DPR terpilih di dapil yang sama yaitu Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.
Saat proses pergantian itu, PDIP ingin yang menggantikan adalah caleg lain dengan suara lebih rendah yaitu Harun Masiku. Namun KPU menolak karena suara terbanyak berikutnya di dapil Sumsel I itu adalah Riezky Aprilia, bukan Harun.
Perkara itu ternyata berlanjut dengan upaya menyuap Wahyu Setiawan untuk menggantikan Riezky dengan Harun.
Sekjen PDIP Hasto sempat membantah PDIP ingin mengotak-atik PAW. Namun, saat ditanya lagi Hasto membenarkan ingin mengganti Riezky dengan Harun.
Hasto mengklaim pergantian itu atas dasar putusan Mahkamah Agung (MA). Padahal, putusan MA hanya mengabulkan soal suara caleg yang meninggal tetap dihitung partai, tapi pergantiannya bukan hak partai.
"Proses pergantian itu kan ada keputusan dari MA. Bahwa ketika ada seseorang yang meninggal dunia, karena peserta pemilu adalah parpol, maka putusan MA menyerahkan hal tersebut ke parpol. Tapi keputusannya kan tetap ada di KPU. Kami tidak mengambil keputusan," kata Hasto di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (9/1).
Hasto lalu menjelaskan alasan mendorong Harun sebagai pengganti, bukan Riezky, yaitu karena Harun dianggap sosok yang bersih.
"Dia sosok bersih dan dalam upaya pembinaan hukum juga selama ini cukup baik track recordnya. Tapi kami itu pertimbangannya karena adanya putusan MA," terang Hasto.
"Tanpa adanya putusan MA itu,kami tidak mengambil keputusan terhadap hal tersebut," tambahnya.
