Hasto soal Isu Jokowi Mau Temui Megawati: Minta Lewat Media, Artinya Ada Sesuatu
ยทwaktu baca 2 menit

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespons isu Presiden Jokowi yang mencoba kembali membuka komunikasi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Hubungan Jokowi dengan Megawati Soekarnoputri retak. Pemicunya karena perbedaan pandangan politik di Pilpres 2024.
Dari sejumlah kegiatan, terlihat Jokowi condong mendukung Prabowo-Gibran. Sementara PDIP jelas, mengusung paslon Ganjar-Mahfud.
Belakangan muncul kabar Jokowi mencoba untuk kembali berkomunikasi dengan Megawati membahas Pilpres 2024. Namun, belum ada respons.
Hasto tidak menampik isu ini. Hanya saja, ia menegaskan jika Jokowi ingin bertemu Megawati, biasa dilakukan secara terbuka.
"Kalau seseorang sebelumnya bertemu dengan Ibu (Megawati) kan selalu terbuka," kata Hasto usai menghadiri kampanye akbar capres 03 Ganjar Pranowo di Lapangan Tegalega, Bandung, Minggu (21/1).
"Ketika untuk bertemu Ibu kemudian harus disampaikan ke media, itu kan artinya ada sesuatu," tambah dia.
Lebih jauh, Hasto menyinggung Megawati dalam menentukan pilihannya di Pilpres 2024 selalu menggunakan mata dan hati. Ia juga menekankan kebenaran akan menang.
"Ibu sebagai pemimpin itu digerakkan oleh mata hati, digerakkan oleh nilai-nilai kebenaran Satyam Eva Jayate maka namanya pemimpin rakyat tidak ada persoalan untuk bertemu," tutup dia.
Hubungan PDIP, Megawati dan Jokowi merenggang di Pemilu 2024. Sebab Jokowi dinilai berubah dan berbeda arah dengan PDIP.
Bahkan dalam HUT ke-51 PDIP pada (10/1), Megawati tidak menyinggung Jokowi dalam pidatonya. Jokowi juga tidak hadir dan lebih memilih mengunjungi Filipina.
Megawati justru menyoroti ketidakadilan hingga pengalaman PDIP ketika mendapat penindasan dan diskriminasi dari penguasa.
Sedangkan Jokowi terkahir kali hadir dalam acara PDIP pada Rakernas IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (29/9/2023).
Megawati kala itu memuji Jokowi yang merupakan kader terbaik partai sudah dicalonkan sebanyak 5 kali oleh PDIP dalam berbagai jenjang.
Jokowi sudah dicalonkan menjadi Walkot Solo selama 2 periode dari PDIP, Gubernur DKI Jakarta, lalu Presiden 2 periode.
