Heboh Kedai Ramen di Garut Promo Paket Buy 1 Get 1 Kecuali Bagi Presiden

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kedai ramen di Garut promosi paket PPKM pakai foto Presiden Jokowi.  Foto: Dok Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kedai ramen di Garut promosi paket PPKM pakai foto Presiden Jokowi. Foto: Dok Istimewa

Sebuah kedai ramen yang berada di Jalan Cimanuk, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jabar, saat ini menjadi perbincangan warganet. Hal itu karena promosi paket jualan ramen yang memajang foto Presiden Joko Widodo.

Kedai ramen yang bernama Ranjang 69 ini, dalam promosinya memasang baliho dengan ukuran yang cukup besar. Dalam baliho tersebut dituliskan menu Promo PPKM beli satu dapat gratis satu. Namun di bagian bawah, pemilik menuliskan pengecualian untuk Presiden sambil memajang foto Presiden Joko Widodo ditambah kata ‘Sabaar’ di atas fotonya.

Berikut kalimat lengkap yang ada di baliho tersebut, ‘Merdeka! Promo PPKM buy 1 get 1 free ramen. Kecuali Presiden’.

Pengelola akun instagram @ramenjangar69 pada Senin (26/7) diketahui sempat mengunggah foto baliho tersebut. Isi keterangannya, ‘PROMO PPKM LEVEL 4 YA GUYSSSSS... BUY 1 RAMEN GET FREE 1 RAMEN TAPI KECUALI PRESIDEN :(. JANGAN LUPA SABAR YA KATA PAK JOKOWI SEMOGA PANDEMI INI CEPAT BERLALU. AAMIIN,’ tulis sang admin.

kumparan post embed

Unggahan tersebut sempat mendapat like dari ratusan pengguna Instagram dan juga lebih dari 300 komentar. Namun saat ini, unggahan tersebut diketahui sudah hilang dari akun tersebut.

Tidak hanya postingannya saja, baliho yang dipasang di depan kedai pun pada Selasa (27/7) sudah tidak terlihat. Selidik punya selidik, ternyata baliho tersebut sudah dicopot beberapa jam setelah dipasang.

Kedai ramen di Garut promosi paket PPKM pakai foto Presiden Jokowi. Foto: Dok. Istimewa

Pemilik kedai ramen, Rizqa Rakhman Sidiq, menyebut bahwa pihaknya memang pada Senin (26/7) pagi memasang baliho promosi di hari pertama PPKM (pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat) level 3 di Kabupaten Garut. Namun beberapa jam setelah dipasang, baliho tersebut dicopot setelah sempat didatangi oleh sejumlah petugas.

“Saya kemarin pasang sekitar pukul 10.00. Tapi sekitar pukul 14.30 WIB baliho tersebut sudah dicopot lagi oleh kita,” ujarnya, Selasa (27/7).