Heboh Video Gumpalan Awan 'Raksasa" di Langit Pelabuhan Merak
·waktu baca 2 menit

Warga di Kota Cilegon dihebohkan dengan kemunculan gumpalan awan di atas langit Pelabuhan Merak pada Senin (14/2) sekitar pukul 06.00 WIB. Penampakan awan tersebut direkam warga dan viral di media sosial.
Salah seorang warga, Agung Rizki mengatakan saat itu dia kebetulan sedang berada di sekitar Pelabuhan Merak dan hendak pulang ke kediamannya di Kecamatan Grogol, Kota Cilegon. Kemudian dikagetkan dengan suara warga lain yang heran melihat awan yang menggumpal.
"Iya tadi sekitar jam 6 pagi, saya mau pulang abis dari Lampung. Lagi nunggu jemputan, terus orang-orang di sekitar saya ramai sambil lihat ke atas. Pas saya lihat ternyata awan menggumpal, warnanya hitam pekat gitu, serem juga ngeliatnya. Tidak lama turun hujan," kata Agung, Senin (14/2).
Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang Tarjono menjelaskan, bahwa fenomena alam yang terjadi di langit Pelabuhan Merak bernama awan arcus. Di mana menurutnya, awan arcus terjadi di antara awan cumulonimbus dan cumulus dengan tinggi dasar awan yang relatif rendah dari permukaan tanah.
"Awan arcus lazim terjadi, meskipun kejadiannya jarang. Pembentukannya itu memanjang horizontal seolah seperti gelombang," kata Tarjono.
Lebih jauh Tarjono menuturkan, bahwa awan arcus dapat terbentuk akibat ketidakstabilan atmosfer atau adanya pertemuan masa udara yang lebih dingin dengan masa udara yang lebih hangat.
"Awan ini berpotensi menimbulkan angin kencang, hujan lebat dan petir di sekitar pertumbuhan awan. Ini murni terjadi akibat kondisi dinamika atmosfer. Dan kecepatan angin bisa juga mempercepat terbentuknya atau punahnya awan tersebut," ungkapnya.
Untuk itu, Tarjono mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu panik apabila menemukan fenomena serupa. Meski begitu, ia pun menyarankan agar masyarakat tetap waspada lantaran potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang dapat ditimbulkan oleh pembentukan awan arcus.
"Fenomena awan ini murni merupakan pembentukan awan, dan tidak ada kaitannya dengan terjadinya gempa atau pertanda tsunami," tandasnya.
