Hilal Sudah Terlihat Jelas di Berbagai Wilayah Indonesia

Anggota Tim Hisab Rukyah dari Planetarium Jakarta, Cecep Nurhidayah, memberikan laporan mengenai posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1438 Hijriyah. Posisi hilal ini nantinya yang akan menentukan Hari Raya Idul Fitri.
Ia menyebutkan, berdasarkan peta ketinggian hilal 0 derajat saat matahari terbenam, ijtimal terjadi pada hari Sabtu (24/6) pada pukul 02.31 GMT atau 09.31 WIB. Menurut pemaparannya, hampir sebagian besar wilayah dunia jika dilihat dari data hisab akan merayakan pergantian bulan hijriyah bersama-sama kecuali di bagian utara.
"Di wilayah Indonesia, yang jelas semuanya sudah melewati ijtimah. Di barat pada 09.31 WIB, di Indonesia Tengah pada 10.31 WITA dan di Indonesia Timur 11.31 WIT. Jadi, ijtimah sudah terjadi sebelum terbenam matahari," ujar Cecep di Kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/6).
Ia menyebutkan ada 78 titik rukyatul hilal yang ada di Jakarta. Sehingga, jika di Jakarta mendung, maka hilal masih bisa dilihat dari wilayah lain di Indonesia.
"Sekalipun, Jakarta mendung kita sangat berharap. Karena, menurut BMKG kondisi Kupang dan lain-lain ada yang cerah. Jadi saya tidak pesimis walaupun Jakarta mendung bahkan hujan," ujar Cecep.
Ia mencontohkan, untuk daerah timur seperti Kupang, hilal bahkan sudah bisa terlihat. Begitu pula dengan di Pelabuhan Ratu, yang tinggi hilalnya sudah mencapai 3,88 derajat dengan jarak busur bulan-matahari 5,08 derajat dan umur hilal 8 jam 15 menit 24 detik.
"Fraksi iluminasi hilal hanya 0,29 persen, jadi tidak heran bentuknya sangat tipis. Tinggi hilal Syawal di Pelabuhan Ratu 3 derajat 52 menit 48 detik," tambah Cecep memberikan laporannya.
Sidang isbat sendiri akan dilaksanakan pada 18.30 WIB, Sabtu (24/6) di Bimas Kementrian Agama, Jakarta. Selain dari pihak Kementerian Agama, sidang isbat juga dihadiri oleh beberapa ormas seperti Muhammadiyah, MUI, LDII, Istiqlal, Nahdlatul Ulama dan Assidiqiyah.
Sidang isbat akan dipimpin langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
