News
·
24 Februari 2021 16:32

Hiu Mirip Manusia di Rote Ndao Akan Dijual, Pemilik Patok Harga Rp 25 Juta

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Hiu Mirip Manusia di Rote Ndao Akan Dijual, Pemilik Patok Harga Rp 25 Juta (142550)
Ikan hiu menyerupai wajah manusia yang ditemukan oleh nelayan Rote Ndao, Abdullah Ferro. Foto: Abdullah Ferro
Hiu yang ditemukan Abdullah Ferro (48) di Rote Ndao menghebohkan publik. Sebab, penampakan hewan tersebut dinilai tak lazim, yakni disebut mirip manusia.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Abdullah berencana untuk menjual ikan tersebut. Ia mematok harga Rp 25 juta bagi siapa pun yang tertarik.
“Mungkin Rp 25 (juta), ya cari uang toh,” ujar Abdullah kepada kumparan, Rabu (24/2).
Ia menambahkan ikan hiu tersebut telah mati. Kini hewan tersebut telah diawetkan menggunakan formalin dan alkohol.
Ia mengatakan baru kali pertama menemukan hewan dengan bentuk yang tak biasa itu pada malam Senin (21/2) pukul 11 malam. Kala itu dia sedang melaut sendirian.
"Itu baru lihat, baru pertama kali lihat," katanya.
Hiu tersebut masuk ke dalam jaring miliknya. Selama ini, kata Abdullah, memang banyak jenis hiu yang masuk ke jaringnya.
Tanggapan Peneliti
Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan UKAW Kupang, Alfred G.O. Kase, SPi, MSi, Ph.D, angkat bicara soal temuan hiu ini.
ADVERTISEMENT
Alfred yang juga menjabat Kepala Lembaga Penelitian-UKAW ini menduga ikan tersebut belum cukup umur untuk dilahirkan, karena ikan unik tersebut ditemukan di tubuh induknya. Apalagi, kondisi ikan lainnya yang ditemukan dalam tubuh induknya dalam kondisi normal.
"Anak ikan lainnya normal, hanya satu saja yang aneh. Dugaannya dia belum cukup umur, makanya cacat. Apalagi ditemukan setelah tubuh induknya dibelah. Seperti anak ayam atau binatang lainnya, jika belum cukup umur, biasanya berbeda dengan lainnya. Ini analisa saya, tapi perlu pembuktian pemeriksaan lagi," ujarnya kepada wartawan florespedia.com, partner 1001 media kumparan, Selasa (23/2).
Untuk masa inkubasi jenis ikan hiu, kata dia, biasanya mencapai 2-3 tahun. Meski demikian, ada juga jenis ikan hiu yang masa inkubasinya hanya enam bulan.
ADVERTISEMENT
"Masa inkubasi ini tergantung jenis ikannya. Ada yang lama, ada yang cepat. Sehingga kecurigaan saya, mungkin anak hiu itu belum masanya untuk dilahirkan," jelasnya.
Hiu di Indonesia
Dilansir Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam websitenya, hiu memiliki karakter biologis yang spesifik seperti berumur panjang, fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, lambat dalam mencapai matang kelamin dan pertumbuhannya lambat, sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit bagi populasinya untuk kembali pulih.
Kebanyakan hiu adalah hewan predator pada lingkungan terumbu karang dan lautan, mereka berada pada tingkat atas dari rantai makanan yang menentukan keseimbangan dan mengontrol jaring-jaring makanan yang kompleks di bawah mereka. Sebagai predator tingkat atas, hiu juga berperan sebagai penjaga lingkungan laut mereka.
ADVERTISEMENT
Di Indonesia ada 117 jenis hiu, hanya 1 jenis yang sudah berstatus dilindungi penuh, yaitu hiu paus (Rhyncodon typus). Empat jenis hiu lainnya, yaitu hiu koboy (Carcharhinus longimanus) dan 3 jenis hiu martil (Spyhrna lewini, Sphyrna zygaena, dan Sphyrna mokarran) termasuk yang dilarang ekspor melalui Permen KP No. 5 Tahun 2018. Delapan jenis hiu juga masuk CITES (konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam), artinya pemanfaatan untuk perdagangan luar negerinya diperbolehkan, namun dengan aturan ketat.