HMT-ITB Minta Maaf atas Lagu 'Erika', Lakukan Evaluasi dan Penarikan Konten
·waktu baca 3 menit

Sebuah video penampilan Orkes Semi Dangdut (OSD) Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Teknologi Bandung (HMT-ITB) yang membawakan lagu “Erika” pada 2020 kembali beredar. Video tersebut viral di media sosial dan menuai kritik karena liriknya dinilai terlalu vulgar serta mengandung unsur yang merendahkan perempuan.
Lagu “Erika” sendiri diketahui merupakan lagu lama yang telah ada sejak 1980-an dan menjadi bagian dari OSD, unit kegiatan di bawah HMT-ITB yang telah berdiri sejak 1970-an.
Namun, di tengah perubahan norma sosial yang semakin menekankan kesetaraan gender dan penghormatan terhadap martabat individu, konten lagu tersebut dinilai tidak lagi relevan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif.
Kondisi tersebut memicu reaksi publik yang mendorong pihak HMT-ITB untuk segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah penanganan.
HMT ITB menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik menyusul polemik beredarnya lagu berjudul “Erika” yang dinilai menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan perempuan.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan HMT-ITB pada Rabu (15/4/2026) sebagai respons atas kritik yang muncul di masyarakat dan media sosial terkait konten lagu yang dianggap tidak sesuai dengan norma kesusilaan.
Dalam pernyataannya, HMT-ITB mengakui adanya kelalaian dalam menampilkan lagu tersebut di tengah perkembangan nilai sosial yang semakin sensitif terhadap isu kesetaraan dan penghormatan terhadap individu.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami sensitivitas isu ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada masyarakat, khususnya perempuan,” tulis HMT-ITB dalam pernyataan resminya.
HMT-ITB secara tegas mengakui bahwa konten dalam penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dijunjung di lingkungan akademik.
“Kami mengakui bahwa konten tersebut tidak mencerminkan nilai yang seharusnya dijunjung oleh lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. Kami tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok mana pun,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, HMT-ITB menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menarik seluruh konten terkait dari ruang publik.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio dari kanal resmi HMT-ITB serta melakukan penghapusan dari akun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar di masyarakat,” tulisnya.
Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut juga melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap kegiatan dan konten yang ditampilkan.
Evaluasi ini mencakup peninjauan ulang terhadap standar kegiatan organisasi agar lebih selaras dengan nilai etika dan norma yang berlaku di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
HMT-ITB menegaskan komitmennya untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan pembelajaran agar ke depan lebih berhati-hati dalam menyajikan konten publik.
Organisasi tersebut juga berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap setiap kegiatan agar tidak menimbulkan kontroversi serupa.
Dengan langkah ini, HMT-ITB berharap dapat memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai penghormatan terhadap martabat manusia tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kemahasiswaan.
