Hoaxbuster: Benarkah Putin Larang Nikah Beda Agama Bagi Pria Muslim di Rusia?

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hoax Buster: Tidak benar Putin melarang pernikahan beda agama untuk pria muslim di Rusia. Foto: Facebook
zoom-in-whitePerbesar
Hoax Buster: Tidak benar Putin melarang pernikahan beda agama untuk pria muslim di Rusia. Foto: Facebook

Sebuah unggahan yang mengeklaim Presiden Rusia Vladimir Putin melarang pria Muslim di Rusia untuk menikahi wanita non-muslim tersebar di Facebook.

Berikut narasi unggahan tersebut bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

“Seorang pria Muslim tidak bisa menikahi wanita non-Muslim di Rusia. Diperintahkan oleh Presiden Vladimir Putin ”.

Dikutip dari India Today, klaim Putin melarang pria muslim menikahi wanita non-muslim di Rusia adalah menyesatkan.

Sampai hari ini, tidak ada bukti yang mendukung klaim Putin yang menentang pernikahan beda agama di Rusia. Situs web pemerintah Rusia juga tidak memiliki informasi terkait putusan serupa.

Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Sputnik/Alexei Druzhinin/Kremlin via REUTERS

Namun, beberapa laporan oleh media Rusia tentang adanya aturan agama yang dibuat sebuah organisasi bernama Administrasi Spiritual Muslim Rusia (DUM).

Laporan itu juga mengatakan bagaimana keputusan itu memicu reaksi dari ulama senior Muslim di seluruh Rusia.

Menurut laporan 12 November oleh The Moscow Times, dewan penasihat ulama DUM mengeluarkan putusan yang mengatakan pernikahan beda agama antara pria Muslim dan wanita non-Muslim hanya dapat diizinkan dalam kasus-kasus yang terisolasi dengan persetujuan mufti lokal.

Kami juga menemukan pernyataan klarifikasi tentang masalah tersebut oleh Wakil Ketua DUM, Damir Mukhetdinov, yang mengatakan keputusan dewan penasihat ulama tidak serta merta mencerminkan pendapat negara pada umumnya.

Dalam pernyataannya yang dikeluarkan pada 10 November, Mukhetdinov mengatakan Rusia adalah negara sekuler, dan karenanya, keputusan Majelis Ulama tidak memiliki kekuatan hukum.

Maka, dapat disimpulkan bahwa putusan yang menyatakan pria Muslim di Rusia tidak boleh menikahi wanita non-Muslim itu dikeluarkan oleh organisasi Muslim di Rusia bernama DUM dan bukan oleh Vladimir Putin. Selain itu, putusan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum di negara tersebut.

==

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona