Hoax data WHO meninggal karena vaksin corona

Hoaxbuster: Data WHO Sebut 377 dari Setiap 100.000 Orang Meninggal karena Vaksin

13 April 2021 10:03
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Seorang pengguna Facebook mengunggah data terkait kematian akibat vaksin corona. Akun tersebut mengaku mengutip data tersebut dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ia menuliskan 377 dari setiap 100.000 orang meninggal karena vaksin corona.
ADVERTISEMENT
Dalam postingan itu tertulis, menurut studi WHO yang bocor jika mereka menghentikan vaksin, minimal 377 dari setiap 100 ribu orang yang seharusnya disuntik akan hidup.
Hoaxbuster: Data WHO Sebut 377 dari Setiap 100.000 Orang Meninggal karena Vaksin (52538)
zoom-in-whitePerbesar
Hoaxbuster: Data WHO Sebut 377 dari Setiap 100.000 Orang Meninggal karena Vaksin Corona Foto: Dok. Istimewa
Dikutip dari Reuters, pada akhir Maret 2021, WHO melaporkan vaksin COVID-19 aman dan efektif. Laporan itu dibuat menyusulnya adanya kasus pembekuan darah yang dikaitkan dengan pemberian vaksin AstraZeneca.
Reuters juga menegaskan ia tidak menemukan data-data terkait kematian yang diklaim oleh pengguna Facebook tersebut. Pihak WHO juga telah memberikan pernyataan bahwa data tersebut tidak pernah ada.
“Dalam kampanye vaksinasi ekstensif, adalah normal bagi negara-negara untuk mengidentifikasi potensi efek samping setelah imunisasi,” ujar WHO kepada Reuters.
Lembaga itu menambahkan, "vaksin, seperti semua obat, dapat memiliki efek samping. Pemberian vaksin didasarkan pada analisis risiko versus manfaat. "
ADVERTISEMENT
Jadi klaim per 100.000 ada sebanyak 377 orang meninggal karena vaksin corona adalah tidak benar.
Punya pertanyaan seputar vaksin? Cek Vaksinesia.com.