Hoaxbuster: Soal Kabar Ilmuwan Gagal Buat Vaksin untuk Lawan Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tidak benar ilmuwan gagal menemukan vaksin flu musiman sehingga mustahil membuat vaksin corona. Foto: Facebook dan kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tidak benar ilmuwan gagal menemukan vaksin flu musiman sehingga mustahil membuat vaksin corona. Foto: Facebook dan kumparan

Sebuah unggahan gambar beredar di platform facebook dengan klaim bahwa para ilmuwan telah gagal menemukan vaksin corona.

Ditulis bahwa selama 80 tahun ke belakang, tidak dapat dihasilkan penemuan vaksin untuk menyembuhkan flu biasa yang efektif, sehingga mustahil bagi ilmuwan untuk membuat vaksin yang dikerjakan hanya dalam kurun waktu 6 bulan untuk melawan pandemi.

Berikut narasi unggahan tersebut:

Ilmu pengetahuan belum berhasil dalam 80 tahun untuk menghasilkan vaksin untuk flu biasa (virus corona) atau vaksin yang efektif untuk melawan flu musiman (virus corona) tetapi tampaknya telah berhasil membuat vaksin yang brilian dalam 6 bulan untuk melawan covid19 (virus corona). Jika Anda benar-benar percaya ini, saya berharap yang terbaik untuk masa depan Anda.

Faktanya, dikutip dari Reuters, klaim itu masuk dalam kategori menyesatkan atau hoaks. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa flu yang juga dikenal sebagai influenza musiman.

Kebenarannya para ilmuwan telah berhasil mengembangkan vaksin yang efektif untuk flu musiman, tetapi perlu diperbarui setiap tahun.

Hal itu dilakukan karena perlindungan kekebalan tubuh dari vaksinasi menurun seiring waktu dan virus influenza terus bermutasi, sehingga diperlukan vaksin baru setiap tahun untuk mencocokkan strain baru.

Vaksin flu terbukti mampu mengurangi risiko penyakit flu dari 40% dan 60%, tergantung pada karakteristik individu penerima vaksin dan tingkat kecocokan antara vaksin dan jenis flu yang ditemukan.

Sementara COVID-19 adalah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona (SARS-CoV-2) yang baru ditemukan. COVID-19 menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan hingga infeksi paru-paru. Memiliki gejala yang bisa jadi mirip dengan flu musiman.

Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock

Sampai saat ini berbagai vaksin untuk COVID-19 sedang dikembangkan. Dikutip dari pernyataan resmi WHO, sudah ada beberapa kandidat vaksin yang dapat menjadi vaksin resmi untuk melawan pandemi virus corona.

Di antaranya adalah Astrazeneca yang dikembangkan oleh Universitas Oxford, vaksin Moderna dari Amerika, Pfizer dari Rusia dan Sinovac yang berasal dari China.

==

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona