Holding Rumah Sakit BUMN Teken 10 Perjanjian Kerja Sama

Holding Rumah Sakit BUMN melakukan kerja sama dengan perusahaan milik negara. Kerja sama melalui penandatanganan MoU tersebut dilakukan untuk mensinergikan perusahaan BUMN dalam pelayanan kesehatan.
Direktur Utama Pertamedika lHC, Dany Amrul lchdan, mengatakan MoU ini merupakan salah satu program Quick Wins Pertamedika yaitu Sinergi BUMN untuk Utilisasi asset-asset ldle (tak terpakai) milik BUMN menjadi aset produktif.
"Caranya adalah dengan membuat Rumah Sakit baru, sinergi farmasi, dan Sinergi Pasar Rujukan," kata Dany dalam paparannya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (20/6).
[Baca juga: Pembentukan Holding BUMN Konstruksi dan Perumahan Tunggu Payung Hukum]
Pembentukan holding rumah sakit BUMN diluncurkan pada Desember tahun lalu. Pertamedia HC, anak usaha PT Pertamina (Persero), ditunjuk sebagai koordinator atau operator holding tersebut.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan hingga saat ini ada sekitar 78 rumah sakit BUMN yang tersebar di seluruh Indonesia yang aktivitas kesehatannya beraneka ragam.
[Baca juga: Pembentukan Holding BUMN Keuangan Dimulai Mei 2017]
Holding ini diklaim akan menguatkan dan menyeragamkan pelayanan kesehatan baik untuk kebutuhan karyawan BUMN, maupun pelayanan kesehatan untuk masyarakat umum.
"Cukup lama Kementerian BUMN memikirkan bagaimana pelayanan kesehatan yang diberikan BUMN maupun anak BUMN ini diseragamkan dan dapat dioptimasi untuk kebutuhan karyawan BUMN maupun masyarakat luas, dan memberikan pelayanan terbaik," ujar Rini.
Adapun ada 10 MoU yang diteken hari ini, dalam rangka Sinergi Pendanaan BUMN (Bank, Ventura, dan sebagainya). Semuanya terealisasi dengan Perjanjian Kerjasama antara Pertamedika IHC denganpPerusahaan BUMN sebagai berikut:
1. PT Garuda Indonesia dalam alih kelola 4 buah klinik milik garuda menjadi IHC Group. 2. PT Telkom Medika yang membawahi 24 Klinik di Jakarta dan Bandung dimana mereka semua masuk dalam IHC Group dan merujuk ke RSPP sebagai Center of Referral. 3. Kepala PPSDM Depkes untuk distribusi Dokter Spesialis ke RS BUMN di daerah. 4. PT Ad Medika selaku Third party Administrator untuk seluruh pengelolaan Managed Care BUMN. 5. PT In Health sebagai Asuransi untuk pembayaran top up sistem pelayanan kesehatan karyawan BUMN. 6. Bank BTN untuk persetujuan prinsip kredit biaya pembangunan RS baru di Medan, Solo dan juga Aksi Korporasi dalam rencana akuisisi RS BUMN serta bridging dana operasional RS BUMN yang kesulitan Cashflow dengan bunga dan persyaratan yang lebih ringan. 7. KONI untuk kerjasama memberikan pelayanan kesehatan selama Asian games 2018 di palembang dan semua event yang diselenggarakan KONI, kita sebagai provider dan atas budget Pemerintah. 8. Kimia Farma untuk kerjasama pemberian harga obat terbaik di seluruh lndonesia untuk IHC Group dan join pengelolaan seluruh Klinik milik Kimia Farma dengan IHC Group serta menjadikan seluruh RS IHC Group sebagai rujukan utama pasien yang berobat di Klinik Kimia Farma. 9. Wijaya Karya/Wika sebagai Investor dan developer perencanaan dan pembangunan RS IHC Group. 10. PT Telekomunikasi lndonesia Tbk untuk kerjasama di bidang Digitalisasi dan penggunaan ICT (lnformation & Communication Technology) untuk jaringan infrastruktur sistem informasi RS BUMN IHC Member.
