Houthi Bantah Serang Gardu Listrik Terkait Masjid Nabawi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Masjid Nabawi di Madinah. Foto: Mohamed Reedi/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masjid Nabawi di Madinah. Foto: Mohamed Reedi/Shutterstock

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menuding serangan milisi Houthi pada Kamis (1/10) merusak gardu listrik di Madinah. Gardu tersebut mengalirkan energi ke Masjid Nabawi.

Mereka menyebut serangan itu menyebabkan salah satu pembangkit listrik di Masjid Nabawi kehilangan daya. Meski terdapat kerusakan, otoritas di Saudi memastikan serangan tersebut tidak menyebabkan gangguan jaringan listrik.

Sumber milisi Houthi membantah tuduhan koalisi militer Saudi. Hal itu disampaikan melalui kantor berita Houthi, Saba.

Houthi kemudian menyebarkan informasi mengenai serangan Saudi ke ibu kota Yaman, Sanaa, dan beberapa kawasan lainnya. Saudi belum mengkonfirmasi tuduhan dari Houthi.

kumparan post embed

Sementara itu, Pemerintah Yaman yang didukung Saudi menyebut serangan Saudi menargetkan beberapa lokasi penting di Sanaa. Tidak diungkap secara detail mengenai apa saja yang menjadi target.

Rangkaian eskalasi serangan tersebut merupakan pertempuran paling parah antara Saudi dan Houthi sejak gencatan senjata sempat terjalin antara kedua belah pihak pada 2022 lalu.

Pertempuran anyar kedua pihak mulai pecah pada 2026 ini. Konflik tersebut dimulai dari upaya Houthi memblokade jalur laut Saudi pada Juli lalu. Houthi juga kerap melancarkan serangan ke wilayah Saudi dan kapal.

Adapun Houthi menegaskan tuduhan mengenai serangan ke gardu listrik terkait Masjid Nabawi sepenuhnya bohong. Mereka menyamakan tuduhan tersebut dengan tudingan mengenai serangan ke Makkah beberapa waktu lalu yang dianggapnya "tuduhan usang".