Hujan Batu Warnai Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Semarang

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aksi lempar batu saat demonstrasi Tolak Omnibus Law di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Aksi lempar batu saat demonstrasi Tolak Omnibus Law di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Hujan batu mewarnai aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law di depan komplek gedung DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (7/10).

Pantauan kumparan di lapangan, demonstrasi semakin ricuh saat waktu unjuk rasa akan berakhir pada pukul 15.30 WIB.

Aksi lempar batu saat demonstrasi Tolak Omnibus Law di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Lemparan kayu, botol kaca, botol plastik, batu hingga kembang api, menambah suasana semakin mencekam.

Peringatan dari pihak kepolisian diabaikan, meskipun Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliayansah Lubis telah berkali kali mengingatkan.

kumparan post embed

"Adik-adik, teman-teman tolong jangan ricuh. Jangan merusak kota yang kita cintai ini," ujar dia di atas mobil komando.

Melihat situasi semakin tak terkendali, pihak kepolisian akhirnya mengerahkan tiga mobil water canon.

Massa kemudian berhamburan ke sejumlah arah saat gas air mata dikeluarkan.

Aksi lempar batu saat demonstrasi Tolak Omnibus Law di Semarang, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah kendaraan yang terparkir di komplek DPRD Jawa Tengah juga mengalami kerusakan akibat kericuhan ini.

Salah satu peserta aksi bernama Dian mengaku tidak memahami apa yang menjadi materi dalam aksi demonstrasi ini.

"Tidak tahu, saya cuma diajak sama teman. Ikut-ikutan saja," aku dia.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan