Hujan Deras Guyur Patung Kuda di Tengah Demo BBM, Mahasiswa Mulai Bakar Ban

Hujan deras mengguyur kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, di tengah unjuk rasa menolak kenaikan BBM, Jumat (9/9). Meski begitu, para mahasiswa masih bergeming, dan tetap di tempat untuk menyampaikan aspirasinya.
Alih-alih mencari tempat berteduh, para mahasiswa semakin bersemangat melakukan unjuk rasa. Mereka tampak membentuk formasi melingkar sembari berpegangan tangan satu sama lain.
Pantauan kumparan, di tengah-tengah formasi pengunjuk rasa, sebuah ban sengaja dibakar untuk menyalakan semangat massa aksi.
Sementara itu, aparat kepolisian tampak bersiaga di belakang formasi mereka. Asap hitam yang dihasilkannya membubung tinggi dan membaur dengan langit Jakarta yang sudah mulai menghitam. Nuansa kelabu pun menyelimuti demo pada sore hari ini.
Aksi bakar-bakar ban ini tampaknya memancing kumpulan massa yang lain untuk melakukan hal yang sama. Seakan tak mau kalah, mereka juga turut menyalakan api perlawanan dengan membakar ban bekas. Yel-yel perlawanan pun kembali disorakkan.
Salah seorang orator dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyebut, perlawanan terhadap ketidakadilan merupakan bagian dari sunah Nabi.
Di hadapan para mahasiswa yang lain, dirinya menyebut salah satu hadits riwayat Bukhari yang berisi sikap bila melihat kemungkaran.
Ia mengatakan, tangan yang mampu mengubah kebijakan ini hanyalah tangan orang-orang yang sekarang mengisi jabatan di pemerintahan. Namun, mereka dinilai enggan menggunakan tangannya untuk kepentingan rakyat.
"Maka dari itu kami semua di sini, karena ini yang bisa kita lakukan. Lawan!," teriaknya.
Arus Lalu Lintas di Kawasan Patung Kuda Terpantau Lancar
Meski dijadikan lokasi demo, arus lalu lintas di kawasan Patung Kuda terpantau ramai lancar.
Pantauan kumparan, beberapa personel kepolisian tampak mengatur arus lalu lintas yang mayoritas diisi kendaraan pribadi.
Sementara aparat yang lain, menjaga para peserta demo untuk tidak mendekat ke arah jalan raya.
