Hujan Deras Tak Jadi Penghalang Peserta Nikah Massal di Balai Kota

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana akad Nikah massal di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana akad Nikah massal di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar nikah massal di malam tahun baru 2020. Nikah massal ini untuk menikahkan pengantin baru ataupun sidang isbat--permohonan pengesahan nikah--bagi para pengantin yang belum memiliki surat nikah.

Pantauan kumparan, peserta nikah massal terlihat mulai memenuhi lapangan Balai Kota yang tengah diguyur hujan. Beberapa dari mereka datang dengan mengenakan pakaian gaun layaknya pengantin.

Banyak juga yang datang membawa sanak keluarganya. Terlihat dengan banyaknya anak remaja dan balita yang ikut hadir.

Suasana akad Nikah massal di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Salah satu peserta nikah massal, Rodiyah (45), mengaku mengetahui nikah massal dari RT tempat dia tinggal. Sebagai peserta nikah massal, Rodiyah dan calon suami pun mendapat seperangkat alat salat untuk mas kawin dan uang tunai.

"Ditawarin untuk nikah massal. (Persyaratannya) Surat RT, RW, surat kesehatan. Tahu dari RT ada nikah massal," ujar Rodiyah di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12).

Rodiyah telah mendaftar nikah massal sejak November lalu. Dia menilai program ini ikut membantu mengurangi zina di tengah masyarakat.

"Bagus diadakan, biar gak ada yang kumpul kebo. Kasihan sangat membantu karena gratis. Biar nanti diramaikan lagi," tuturnya.

Meski saat ini Balai Kota tengah diguyur hujan, namun para peserta terlihat tetap khidmat menanti pernikahannya. Di acara ini juga disediakan hiburan di depan panggung.

Suasana akad Nikah massal di gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (31/12). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan

Sebelumnya, Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) Setda Pemprov DKI Jakarta, Hendra Hidayat mengatakan, dari data yang terkumpul, ada 631 pasangan yang mendaftar. Jumlah ini meningkat dibanding jumlah pada 2018 yang hanya sekitar 500 peserta.

"Ada, acara di sini (halaman Balai Kota). Data terakhir, 631 pasangan. Lebih banyak. Kalau tahun kemarin 500-an, sekarang tambah lagi sampai 631," ujar Hendra di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/12).

kumparan post embed