Hujan Es dan Pelangi Kembar di Jakarta

Bukan hanya butiran air yang turun saat hujan deras di Jakarta pada Selasa (28/3). Tetapi butiran es juga ikut turun di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Baca juga: Pelangi Kembar di Senja Jakarta
Menurut Kabag Humas BMKG Hary Tirto, fenomena ini memang biasa terjadi pada masa peralihan musim seperti saat ini, baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.
Hary juga menjelaskan bagaimana ciri cuaca sebelum terjadinya hujan es. Biasanya, katanya, satu hari sebelumnya udara akan terasa panas. Udara panas terjadi karena radiasi sinar matahari yang cukup kuat.
"Ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara yang rentangnya lebih dari 4,5 derajat Celcius disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai lebih dari 60 persen," katanya.

Setelah hujan es, muncul pelangi kembar di langit Jakarta. Beberapa orang mengabadikan fenomena itu dengan HP mereka.

Fenomena pelangi kembar terhitung sebagai fenomena alam yang jarang terjadi. Dikutip dari News.com.au, pakar Meteorologi dari Weatherzone, Anthony Duke, menyebutkan bahwa pelangi kembar bukan terdiri dari dua pelangi, melainkan hanya pantulan dari pelangi utama. Sehingga pelangi yang ada di bagian atas terlihat lebih samar.
"Pelangi kedua adalah kebalikan dari pelangi pertama. Warna merah pelangi pertama berada di bagian luar, namun pelangi kedua warna merahnya ada di bagian dalam," ujar Duke. Sehingga pelangi di bagian luar hanya refleksi dari pelangi utama di bagian dalamnya.
Baik hujan es dan pelangi kembar di Jakarta ini adalah fenomena alam yang biasa. Tidak ada satu kaitan dengan apa pun. Fenomena ini juga banyak terjadi di negara lain.
