Huntap Korban Tsunami di Pandeglang Rusak Diterjang Puting Beliung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah rumah hunian tetap (Huntap) korban tsunami selat sunda di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, rusak akibat diterjang puting beliung, Minggu (5/12). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah rumah hunian tetap (Huntap) korban tsunami selat sunda di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, rusak akibat diterjang puting beliung, Minggu (5/12). Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah rumah hunian tetap (huntap) korban tsunami Selat Sunda di Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, Banten, rusak akibat diterjang puting beliung. Musibah terjadi pada Minggu (5/12) sekitar pukul 22.10 WIB.

Seorang warga bernama Hadi mengatakan, ia dan warga setempat sedang berada di dalam rumah masing-masing saat terjadi puting beliung.

"Terjadi angin puting beliung yang disertai hujan deras tadi malam, membuat warga ketakutan," kata Hadi, warga sekitar, Senin (6/12).

Kepala Desa Sumberjaya, Cecep Mulyadi mengatakan, ada sekitar 5 huntap yang rusak akibat puting beliung. Rata-rata rumah mengalami kerusakan di bagian atap.

"Ada 5 rumah yang rusak. Yang satu paling parah, isi rumah dan perabotan rumah tangga basah semua lantaran kena air hujan," jelasnya.

Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sebagian warga terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga dan saudaranya.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan untuk sementara korban tinggal bersama saudaranya," tutupnya.

Huntap korban tsunami ini baru selesai dibangun dengan sarana prasarana utilitas yang dibiayai hibah BNPB sebesar Rp 19,5 Miliar. Proyek pembangunan Huntap sebanyak 223 unit ini dikerjakan oleh PT. Bongbong Karya Utama.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Rahmat Jultika, memastikan akan segera melakukan perbaikan huntap yang rusak karena puting beliung tersebut.

"Masih ada masa perawatan selama 6 bulan. Nanti kami koordinasi dengan pelaksana kegiatan (PT. Bongbkng Karya Utama)," tandasnya.