Ibu Negara Brasil Puji Program MBG Prabowo, 10 Bulan Beri Makan 30 Juta Anak
·waktu baca 3 menit

Ibu Negara Brasil, Janja Lula da Silva, meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Halim Perdanakusuma 2 di Jakarta Timur, Jumat (24/10).
Janja menyempatkan diri melihat langsung proses distribusi makanan bergizi di SD Angkasa 5, yang lokasinya berdekatan dengan dapur MBG tersebut.
Kagum dengan Capaian Indonesia dalam 10 Bulan
Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Dian Fatwa, mengungkapkan Janja kagum dengan pencapaian program MBG Indonesia yang telah menjangkau puluhan juta anak dalam waktu singkat.
“Ibu Negara cukup impressed ya karena kita baru memulainya 10 bulan. Mereka (Brasil) sudah memulai sejak tahun 1955. Mereka baru mencapai 40 juta,” ujar Dian usai mendampingi Janja.
“Kami baru 10 bulan sudah mampu memberikan benefit kepada lebih dari 30 juta anak. Belum terhitung dengan ibu-ibu hamil dan juga anak di bawah 5 tahun. Jadi Ibu Negara cukup impressed dengan apa yang sudah kami capai dalam 10 bulan,” tambahnya.
Indonesia Hampir Samai Program School Meal Brasil
Menurut Dian, Janja memahami pelaksanaan program sebesar MBG tentu tidak lepas dari berbagai tantangan di lapangan. Namun, ia menilai capaian Indonesia luar biasa karena sudah hampir menyamai cakupan program makan bergizi Brasil yang telah berjalan selama puluhan tahun.
“Walaupun beliau juga cukup paham, tentu dalam perjalanannya tidak semulus yang kita bayangkan di awal. Tapi mereka cukup impressed,” kata Dian.
“10 bulan sudah mencapai 37 juta. Dan kita sebetulnya hanya 3 juta away dari mereka. Karena mereka sudah dari tahun 7 dekade baru mencapai 40 juta,” imbuhnya.
Janja Tanya Soal Dapur MBG di Sekolah
Janja sempat menanyakan alasan BGN tidak menerapkan sistem dapur MBG di sekolah, seperti yang dilakukan Brasil dalam program School Meal mereka.
“Sebetulnya sempat menanyakan karena mereka melakukannya seperti itu,” jelas Dian.
Menjawab hal itu, Dian menerangkan sistem dapur MBG di sekolah akan diterapkan secara terbatas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
“Nah, kami akan melakukannya itu nanti di daerah terpencil, daerah 3T,” ujarnya.
“Karena apa? Untuk di urban area ini populasinya cukup besar. Dan itu kita harus melakukan secara masif, secara cepat untuk menghindari masalah keamanan dari makanan itu sendiri,” tambahnya.
BGN Akui Tantangan Pengawasan Ribuan Dapur MBG
Dian menjelaskan, BGN menghadapi tantangan besar dalam mengawasi ribuan dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.
“Standarisasi ini tidak mudah karena kita melakukannya cukup masif sekarang ini. Hampir 13 ribu dapur yang harus kita awasi bersama. Bagaimana kita mampu memonitor di across archipelago,” tutur Dian.
“Di negara kepulauan seperti Indonesia, yang itu juga disadari oleh Ibu Negara, memang tidak mudah melakukannya. Karena kita banyak, berdasarkan negara kepulauan,” tambahnya.
Sekilas tentang Program MBG Indonesia
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif nasional di bawah Badan Gizi Nasional (BGN) yang diluncurkan sejak akhir 2024.
Program ini bertujuan menyediakan makanan bergizi seimbang bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Hingga Oktober 2025, pemerintah mencatat lebih dari 37 juta penerima manfaat, tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan 13.000 dapur MBG.
