IDAI: Kondisi Bayi Suspek Hepatitis Akut di Bali Membaik, Bisa Segera Pulang

27 Mei 2022 17:28
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ruangan untuk pasien di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ruangan untuk pasien di RSUP Sanglah Denpasar, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr IGN Sanjaya Putra SpA(K) mengatakan, kondisi pasien balita yang diduga mengidap penyakit hepatitis akut telah membaik. Ia berharap bayi tersebut bisa dipulangkan dalam 2 hari ke depan.
ADVERTISEMENT
"Kondisi pasien membaik sehingga mungkin 1-2 hari ini kita pulangkan," kata Sanjaya di RSUP Sanglah, Denpasar, Jumat (27/5).
Ia menuturkan, pasien merupakan bayi berusia 2 tahun --sebelumnya disebut berusia 3 tahun.
"Pasien anak umur 2 tahun, jenis kelamin laki-laki dengan probable clasification," kata Sanjaya.

Kencing Berwarna Teh

Pasien tersebut masuk ke RSUP Sanglah dengan gejala gangguan pencernaan berupa sakit perut, muntah, kencing berwarna teh, dan mata berwarna kuning, pada Kamis (15/5).
Selanjutnya, RSUP Sanglah mengirimkan sampel darah dan swab toraks pasien ke Litbangkes Kemenkes RI untuk mendeteksi duagaan hepatitis akut misterius tersebut.
RSUP Sanglah juga melakukan uji laboratorium terhadap kencing dan kotoran pasien.
Hasil laboratorium menyatakan, pasien negatif mengidap hepatitis A, B, C dan E. Sehingga Kemenkes menyatakan, pasien berstatus probable atau diduga terserang hepatitis akut misterius.
ADVERTISEMENT
"Hasil laboratoriumnya telah keluar, pasien ditentukan pasien probable karena hepatitis A, B, C, dan E negatif," kata dia.
Infografik Waspada Hepatitis Akut pada Anak. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Infografik Waspada Hepatitis Akut pada Anak. Foto: kumparan
Sanjaya menuturkan, pasien dirawat di ruang isolasi secara intensif. Pasien diberikan terapi dan obat antioksidan untuk penyembuhan. Selama 13 hari dirawat kini gangguan pencernaan pasien anak telah membaik.
"Proses radangnya (pada pencernaan) pasien sembuh. Klinisnya baik, pasien enggak ada panas, makan bagus dan beraktivitas baik,"kata dia.

Tidak Ada Riwayat Perjalanan

Dalam kasus ini, Sanjaya sempat melacak riwayat perjalanan anak dan orang tua untuk mendeteksi sumber penularan. Hasilnya, anak dan pasien tidak memiliki riwayat bepergian di luar wilayah Denpasar.
"Kita sempat tanya, ibunya ini bidan dan mereka tidak ada bepergian," kata dia.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) IGN Sanjaya Putra. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) IGN Sanjaya Putra. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Sanjaya menambahkan, hingga saat ini belum diketahui penyebab hepatitis akut misterius ini. Ia meminta seluruh orang tua tidak panik menghadapi penyakit misterius ini.
ADVERTISEMENT

Kunci pencegahan adalah menjaga kebersihan di lingkungan keluarga, tempat bermain dan di sekolah.

"Di beberapa negara lebih banyak terjadi gangguan pada pencernaan sehingga pencegahannya kita berorientasi menjaga keberhasilan lingkungan, menjaga kebersihan pribadi," ucap Sanjaya.
Alat makan tidak boleh dipakai bersama. Air minum dimasak dengan baik, bahan makanan bersih. Konsumsi makanan yang tidak terkontaminasi dengan virus atau patogen.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020