Idham Azis Jadi Kapolri, KPK Minta Pelaku Teror Pimpinan KPK Diungkap

30 Oktober 2019 22:18 WIB
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Komjen Pol Idham Azis. Foto: Ricad Saka/kumparn
zoom-in-whitePerbesar
Komjen Pol Idham Azis. Foto: Ricad Saka/kumparn
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Komisi III DPR menyepakati Komjen Pol Idham Azis menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian. Mantan Kabareskrim itu terpilih secara aklamasi, Rabu (30/10).
ADVERTISEMENT
Dengan terpilihnya Idham Azis, KPK berharap berbagai kasus serangan teror yang menyerang pegawai hingga pimpinan KPK bisa diungkap. Mulai dari kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pelemparan bom molotov ke kediaman pimpinan KPK.
"Yang juga penting harapan KPK, selain kerja sama semakin kuat, dan juga sangat penting kita perlu sangat serius sikapi serangan dan teror terhadap penegak hukum," kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangannya, Rabu (30/10).
"Misalnya ada teror di dua pimpinan KPK, meskipun di Ketua KPK disebut itu fake bomb tapi di Pak Laode ada molotov yang dilempar. Ini perlu dicari siapa pelakunya agar tak ada teror lain terhadap penegak hukum baik pada pimpinan dan pegawai KPK dan institusi penegak hukum lain," imbuh dia.
Komjen Pol Idham Azis mengikuti uji kepatutan dan kelayakan Kapolri di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Selain itu, Febri berharap koordinasi antara KPK dan Polri terkait pencegahan dan penindakan di bidang pemberantasan korupsi semakin kuat.
ADVERTISEMENT
"KPK berharap Kapolri ke depan bisa bekerja sama dengan lebih baik antara KPK, Polri dan Kejaksaan Agung untuk lakukan pemberantasan korupsi dan penegakan hukum lainnya," ungkapnya.
"Karena kami juga punya nota kesepahaman bermasa untuk saling bantu dalam pencegahan dan penindakan korupsi," pungkasnya.
Diduga Kediman Laode M Syarif dilempari molotov Foto: Dok. Istimewa
Teror pelemparan bom palsu dan molotov terjadi di kediaman Ketua KPK Agus Raharjo dan Wakil Ketua Laode M Syarif awal Januari 2019. Namun sampai kini, pelaku belum diketahui.
Sementara, penyidik Novel Baswedan diserang air keras di sekitar kediamannya usai melaksanakan salat Subuh, April 2017 silam. Hingga kini, pelaku penyiraman juga belum terungkap.
Kasus Novel Baswedan: Kapan Selesai? Foto: Basith Subastian/kumparan