Idham Azis: Saya Hanya Menjabat Kapolri 14 Bulan, Tak Mau Diperpanjang

kumparanNEWSverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Upacara penyerahan mandat dari mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian kepada Kapolri baru Jenderal Pol Idham Azis. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Upacara penyerahan mandat dari mantan Kapolri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian kepada Kapolri baru Jenderal Pol Idham Azis. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan akan mengemban tugas sebagai kapolri selama 14 bulan. Ia juga menegaskan tidak akaan memperpanjang jabatannya di Polri.

"Saya yakinkan 14 bulan kemudian saya pensiun. Banyak yang bilang saya diperpanjang, saya tidak. Saya tidak mau diperpanjang, saya tidak mau variasi. Saya lanjutkan program beliau promoter sudah bagus," kata Idham di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (6/11).

Idham juga menyinggung soal anggapan yang menyebut dirinya sebagai orangnya Tito Karnavian. Ia menegaskan bahwa ia adalah orangnya Polri.

"Banyak bilang saya orang Pak Tito. Saya polisi, ya, orangnya Kapolri. Masa saya orangnya Pangkostrad, masa saya orangnya Danjen Kopassus," tegasnya.

Jenderal (Purn) Polisi Tito Karnavian dan Jenderal Polisi Idham Azis saat serah terima jabatan Kapolri di Makobrimob Kelapa Dua, Jakarta, pada Rabu (6/11/2019). Foto: Andreas Ricky/kumparan

"Saya, maaf, gaya saya seperti inilah. Saya tidak tahu kenapa presiden pilih saya," lanjutnya.

Idham pun berjanji akan melakukan yang terbaik untuk Polri selama menjabat sebagai Kapolri selama 14 bulan ke depan. Ia kembali menegaskan hanya akan menjabat selama 14 bulan, lalu setelahnya pensiun.

"Biarlah sejarah mencatat saya Kapolri 14 (bulan). Kalau sejarah yang mencatat, ya, sudahlah. Biar sajalah. Saya yakinkan 14 bulan kemudian saya pensiun," pungkasnya.

Dalam serah terima jabatan itu hadir sejumlah pejabat Polri. Selain Tito Karnavian, hadir pula beberapa mantan Kapolri mulai dari Dai Bachtiar, Rusmanhadi, hingga Sutanto.

Selain itu, Polri juga mengundang pejabat lainnya seperti Ketua MPR Bambang Soesatyo, perwakilan Kompolnas, dan pejabat polisi negara sahabat.

kumparan post embed