Ikan Langka Mola-mola Terdampar di Laut Bali, Usia Diduga Ratusan Tahun

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga pesisir Pantai Penarukan, Kecamatan Buleleng, melihat bangkai Ikan mola-mola yang terdampar di Bali.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga pesisir Pantai Penarukan, Kecamatan Buleleng, melihat bangkai Ikan mola-mola yang terdampar di Bali. Foto: Dok. Istimewa

Warga pesisir Pantai Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, kaget. Mereka menemukan bangkai ikan mola-mola terdampar di pantai tersebut.

Kasat Polair Polres Buleleng, AKP Wayan Parta, mengatakan bangkai ikan itu ditemukan pada Selasa (23/11) sekitar pukul 15.00 WITA.

Setelah tim BKSDA dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja melakukan pemeriksaan terhadap bangkai ikan tersebut, polisi langsung membawa ikan itu ke tengah laut untuk ditenggelamkan.

Hal ini untuk menghindari masyarakat ingin mengkonsumsi daging ikan tersebut. Polisi mengimbau warga tidak memburu biota yang dilindungi

"Ikannya ada yang mau potong, kami berikan pemahaman agar jangan dipotong," kata AKP Wayan Parta saat dikonfirmasi Rabu (24/11).

Ikan tersebut memiliki panjang sekitar 196 cm, lebar sekitar 130 cm, panjang sirip bawah 90 cm, sirip atas 92 cm, lebar mulut 15 cm dan lebar mata 9 cm.

kumparan post embed

Kepala Prodi Akuakultur Undiksha, Dr Gede Iwan Setiabudi, mengatakan habitat asli ikan mola-mola berada di kedalaman laut sekitar 200 meter hingga 500 meter. Usia ikan diperkirakan telah mencapai ratusan tahun.

Ia belum bisa memastikan sebab kematian ikan karena belum diautopsi.

"Saya tidak bisa memastikan apakah ikan itu keracunan karena tidak dilakukan otopsi, kami hanya melakukan assessment untuk mengukur ikan tersebut. Yang jelas menurut perkiraan usia ikan ini ratusan tahun," kata Iwan.

Iwan tak bisa memastikan habitat ikan ini ada di perairan Buleleng. Namun, ia beberapa kali mendapatkan informasi dari nelayan ada yang menemukan ikan mola-mola baik dalam keadaan hidup maupun sudah terdampar di daratan.

Ia menilai, ikan ini termasuk langka karena tak banyak data dan referensi tercatat mengenai mola-mola. Selain itu, pemerintah belum menetapkan ikan ini termasuk hewan dilindungi.

"Data sangat terbatas mengenai ikan ini. Ikan ini sangat jarang sekali ditemukan," kata Iwan.

Warga pesisir Pantai Penarukan, Kecamatan Buleleng, melihat bangkai Ikan mola-mola yang terdampar di Bali. Foto: Dok. Istimewa

Baru Pertama Kali

Sementara Kasubag Tata Usaha BKSDA Bali, Prawono Meruanto, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap bangkai ikan tersebut.

"Satwa diperkirakan sudah tua dan terdampar ke pantai. Sampel bagian tubuh sudah diambil untuk dilakukan uji lab di Denpasar," kata dia.

Anto menjelaskan, ikan mola-mola biasanya ditemukan di perairan selatan mengarah ke timur Pulau Bali. Ia memperkirakan hewan tersebut mati karena usia tua saat migrasi.

Menurut Anto, kejadian ikan mola-mola terdampar di perairan utara Bali ini baru kali pertama.

"Ini baru kali pertama temuan ikan mola-mola terdampar di perairan utara Bali, sepengatahuan saya. Biasanya, jika ada satwa yang terdampar di perairan utara Bali itu adalah jenis lumba-lumba, hiu, ataupun paus. Kalau mola-mola ini baru kali pertama," tutup Anto.