Ikuti Arahan DPP, Anggota DPRD Bali dari PSI Akan Kembalikan Pin Emas

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Grace Anastasia Surya Widjaja. Foto: Denita br Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Grace Anastasia Surya Widjaja. Foto: Denita br Matondang/kumparan

Anggota DPRD Provinsi Bali asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Anastasia Surya Widjaja, berencana mengembalikan pin emas yang diperolehnya saat pelantikan DPRD terpilih 2019-2024. Menurut Grace, pengembalian ini berdasarkan instruksi DPP PSI.

“Jadi, setelah mengetahui bahwa itu emas, saya pun akan segera mengembalikannya,” kata Grace kepada wartawan, Senin (2/9).

Saat ini, Grace mengaku tengah berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Bali dan Sekretaris Dewan DPRD Provinsi Bali untuk teknis pengembalian pin emas.

“Hari ini masih ramai sekali dan saya lihat masih pada sibuk. Kan tidak sekadar mengembalikan. Perlu tanda terima dan beberapa hal administratif lain. Selasa besok akan saya kembalikan,” ujar perempuan kelahiran Semarang ini.

Perempuan yang baru saja tinggal selama empat tahun di Bali ini berhasil meraup 4.315 suara di Kota Denpasar. Alhasil, dia berhasil duduk menjadi anggota dewan setelah jor-joran kampanye lewat media sosial.

Terkait posisinya di DPRD Bali, fraksinya masih belum menentukan karena PSI hanya mendapatkan jatah satu kursi. Sehingga, perlu berkoordinasi dengan fraksi-fraksi lainnya yang juga meraih sedikit bangku.

Meski begitu, Grace tak minder dengan sesama fraksi yang memiliki anggota perwakilan 2 sampai 33 di DPRD.

“Karena kebetulan kita cuma dapat satu kursi. Kita harus kerja sama dengan anggota fraksi yang lain, ada NasDem, ada Hanura,” ujar dia

Dapil Bali 1 ( Kota Denpasar), Grace Anastasia Surya. Foto: Denita br Matondang/kumparan

“Sebagai manusia itu kita punya rasa seperti itu, tetapi karena rakyat sudah mempercayakan kepada PSI dan ternyata di tangan saya itu harus saya buang, kita singkirkan. Harus pede untuk bisa maju membawa aspirasi rakyat,” ungkapnya.

Grace berharap bisa menduduki komisi IV dan fokus pada isu perempuan. Sebab, dia pernah menemukan kasus penculikan dan pemerkosaan di Bali. Sehingga, pendidikan seksual perlu diajarkan di sekolah sejak dini.

“Saya pengin masuk komisi IV untuk pemberdayaan perempuan dan anak-anak. Tapi, sepertinya harus kumpul lagi untuk menyamakan tujuan yang sama dengan anggota fraksi yang lain. Untuk kesejahteraan rakyat, karena di situ ada seni, budaya, yang saya memang suka art,” tutur Grace.

“Karena dulu pernah ada 2015 kalau enggak salah teman anak saya waktu itu kelas 3, dia kelas 5 sempat terjadi penculikan dan pemerkosaan. Itu yang membuat saya makin memanggil saya untuk berjuang, memperjuangkan itu,” imbuh dia.

Dihubungi terpisah, Sekretaris DPRD Bali Suralaga mengatakan, anggota dewan terpilih mendapatkan 4 jenis pakaian dinas. Terdiri dari 2 pakaian Sipil Harian (PSH) dengan harga satuan Rp 1.890.000, 2 pasang Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dengan harga satuan Rp 2.290.000, 1 Pakaian Dinas Harian (PDH) dengan harga satuan Rp 1.452.000 dan 1 pasang Pakaian ASI pil Resmi dengan harga satuan Rp 1.890.000. Total pengadaan pakaian dinas Rp 643.610.000

Sedangkan atribut berupa pin emas 10 gram dengan harga satuan Rp 7.750.000, dan pin emas 5 gram seharga Rp 3.877.000. Pengadaan insegna pin emas 10 gram dan 5 gram tersebut menelan anggaran Rp 639.485.000.

“Ketentuan standar satuan harga pakaian dinas dan atribut mengacu pada Pergub Nomor 50 Tahun 2017,” tutup Suralaga.