Ikuti Jejak AS, Argentina Juga Keluar dari WHO

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Argentina Javier Milei menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat di Rotunda Gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). Foto: Chip Somodevilla / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Argentina Javier Milei menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat di Rotunda Gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). Foto: Chip Somodevilla / POOL / AFP

Argentina menyatakan keluar dari WHO. Langkah ini diambil menyusul Presiden Donald Trump yang menandatangani keppres mengeluarkan AS dari keanggotaan kelompok kesehatan dunia itu.

Dikutip dari Reuters, Kamis (6/2), juru bicara presiden Manuel Ardorni mengatakan, Presiden Argentina Javier Milei menginginkan negaranya keluar dari WHO karena ada perbedaan mendalam mengenai pengelolaan masalah kesehatan WHO, khususnya saat pandemi COVID-19.

Selama pandemi COVID-19, Argentina harus menjalani lockdown yang panjang selama berbulan-bulan di bawah pemerintahan sayap kiri sebelumnya.

Selain itu, Adorni juga menyinggung kurangnya independensi dari pengaruh politik negara lain sebagai alasan Argentina keluar dari WHO.

Sebelumnya, Trump juga mengungkapkan hal yang hampir serupa, bahwa WHO tidak becus menangani pandemi COVID-19 dan krisis kesehatan global lainnya.

Selain itu, pembiayaan WHO tidak adil dan memberatkan AS sebagai penyandang dana terbesarnya.

Presiden Argentina Javier Milei menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat di Rotunda Gedung Capitol, Washington, DC, Amerika Serikat, Senin (20/1/2025). Foto: Shawn THEW / POOL / AFP

Sekilas Javier Milei

Adapun Javier Milei memimpin Argentina sejak Desember 2023. Dalam waktu setahun, dia berhasil menurunkan inflasi negaranya dari hampir 13 persen per bulan menjadi 3,5 persen. Dia juga sukses menciptakan surplus fiskal untuk pertama kalinya lebih dari satu dekade.

Prestasi yang dipuji internasional ini dilakukan Milei dengan cara radikal. Misalnya, dia merampingkan kabinet dengan menghapus 12 kementerian, memangkas ribuan pegawai pemerintah, dan menutup lembaga/institusi negara yang tidak efisien.