Ilmuwan Laser Rusia Meninggal Dunia Usai Ditangkap karena Tudingan Makar

Seorang ilmuwan laser di Rusia meninggal setelah ditangkap karena tudingan makar. Ilmuwan itu bernama Dmitry Kolker (54).
Sebelumnya, Kolker ditangkap di Siberia pekan lalu karena dituding melakukan pengkhianatan terhadap negara. Setelah ditangkap, ia langsung diterbangkan ke Moskow.
"Ia tetap ditahan meskipun menderita kanker pankreas stadium akhir hingga akhirnya meninggal," kata pengacara Kolker, Alexander Fedulov, dikutip dari Reuters, Minggu (3/7).
Kolker sempat ditahan di penjara Lefortovo. Ia kemudian meninggal di rumah sakit terdekat.
Sedangkan sepupu dari Kolker, Anton Dianov, mengatakan tuduhan soal mengkhianati negara Rusia tidak masuk akal.
"Ia ilmuwan, ia mencintai negaranya, ia bekerja di negaranya meskipun banyak undangan dari universitas dan laboratorium terkemuka untuk bekerja di luar negeri. Ia ingin bekerja di Rusia, ia ingin mengajar siswa di sana," kata Dianov.
"Tuduhan ini benar-benar konyol dan sangat kejam dan tidak biasa dikenakan pada orang sakit seperti itu. Mereka tahu bahwa dia berada di ranjang kematiannya dan mereka memilih untuk menangkapnya," lanjut dia.
Keluarga dan pengacara mengatakan rumah Kolker juga digeledah oleh dinas keamanan FSB. Mereka menuturkan, Kolker dituding melakukan makar karena diduga membocorkan rahasia negara saat menyampaikan materi kuliah di China.
Padahal, materi itu telah disetujui oleh FSB. FSB belum memberikan tanggapan atas masalah ini.
"Kami telah berusaha menghubungi pihak berwenang atas nama Kolker tetapi ditolak dari departemen investigasi FSB dan dari penjara," kata Dianov.
Lebih lanjut, keluarga dan pengacara akan mengajukan gugatan pada Senin (4/7) akibat kejadian ini.
