Imbas Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, Warga Sekitar Keluhkan Asap Bau Sangit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga menyaksikan api yang membakar tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Zona 1, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga menyaksikan api yang membakar tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Zona 1, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

Warga sekitar TPA Jatibarang Semarang mengeluhkan kabut asap imbas kebakaran di sana pada Rabu (30/9). Sampai sekarang petugas damkar masih berupaya memadamkan api.

Pantauan di lokasi, api memang sudah tidak terlihat namun asap tebal masih membumbung tinggi di titik titik bekas kebakaran.

Salah satu warga sekitar, Ardian Dwi Kurnia, mengatakan hingga pukul 08.30 kabut asap juga memenuhi lingkungannya. Ia pun terpaksa mengenakan masker ketika beraktifitas di luar rumah.

"Bau sangit, iya ada asap kabut tipis," ujar Ardian kepada kumparan, Kamis (1/10).

"Baunya nempel di baju, ini saya bawa baju ganti. Semoga bapak-bapak damkar tetap semangat dan dimudahkan tugasnya," ucap Ardian.

Hal senada juga dikatakan Puji Utami, warga Sadeng Gunungpati. Meski jarak antara rumahnya cukup jauh dari TPA Jatibarang ia mengaku ikut terdampak.

"Pagi ini kabut asap, lumayan tebal. Cukup menganggu. Indikator di air purifier saya juga merah," imbuh Puji.

Karena situasi tersebut, pengurus RT setempat meminta warga memakai masker saat berada di luar rumah.

"Diinstruksikan kalau ada yang terdampak kabut sampai sesak nafas bisa langsung ke puskesmas," jelas Puji.

Di sisi lain, Kepala Operasi dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono menegaskan, untuk memadam api puluhan petugas damkar sudah diturunkan.

"Masih terus kami lakukan penanangan. Sudah mulai padam tidak besar apinya yang tersisa hanya titik titik kecil. Tapi asapnya masih tebal, mengepul," ungkap Tantri.

Ia menyebut, total luasan lahan yang terbakar mencapai 10 hektare. Api muncul di zona 1, 2 dan 3.

"Jadi ini juga harus disemprot air sampai dalam-dalamnya, keseluruhan. Butuh proses, jangka waktunya belum tahu tapi kami terus usahakan, kami lakukan secepatnya. Mohon doa dari masyarakat," kata Tantri.