Imbas Tragedi Kanjuruhan, 9 Danyon-Danton Brimob Polda Jatim Dicopot

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo bersiap memberikan keterangan pers tentang pemeriksaan tersangka Putri Candrawathi dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
zoom-in-whitePerbesar
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo bersiap memberikan keterangan pers tentang pemeriksaan tersangka Putri Candrawathi dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, mencopot 9 komandan batalyon, komandan kompi, hingga komandan pleton Brimob Polda Jatim, buntut tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, pencopotan itu sesuai dengan perintah Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kemudian sesuai dengan perintah Bapak Kapolri. Kapolda Jatim, juga sama melakukan penonaktifan jabatan Danyon, Danki dan Danton Brimob sebanyak 9 orang," ujar Dedi di Mapolres Malang, Senin (3/10).

Berikut nama-nama Danyon, Danki, serta Danton Brimob Polda Jatim yang dicopot;

Komantan Batalyon (Danyon)

  • AKBP Agus Waluyo

Komandan Kompi (Danki)

  • AKP Hasdarman

  • AKP Untung

Komandan Peleton (Danton)

  • AKP Nanang

  • AKP Danang

  • Aiptu M Solihin

  • Aiptu M Samsul

  • Aiptu Ari Dwiyanto

  • Aiptu Budi

Spanduk kecaman tragedi Kanjuruhan terpasang di depan gedung DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO

Dedi juga sebelumnya mengatakan, para perwira yang bertanggung jawab dalam pengamanan di Stadion Kanjuruhan pada malam terjadinya tragedi juga bakal diperiksa.

"Kemudian juga saat ini mendalami masalah manager pengamanan, dari mulai perwira hingga pamen (perwira menengah) sedang didalami," terang dia.

Duel antara Arema FC vs Persebaya pada pekan ke-11 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10), berakhir ricuh. Aparat menembakkan gas air mata ke kerumunan suporter usai situasi tidak kondusif.

Akibatnya fatal, banyak suporter tewas karena sesak napas hingga terinjak saat akan keluar dari stadion karena panik.

Hingga saat ini Polri mencatat ada 455 orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Dengan rincian, 125 tewas, 21 luka berat, dan 304 luka ringan.