India Izinkan Gelaran Festival Agama Hindu di Tengah Lonjakan COVID-19

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Festival agama Hindu Gangasagar Mela di India. Foto: Dibyangshu Sarkar/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Festival agama Hindu Gangasagar Mela di India. Foto: Dibyangshu Sarkar/AFP

Pengadilan Tinggi Kolkata, Negara Bagian Benggala Barat, India, menolak permintaan pembatalan festival agama besar, Gangasagar Mela, di wilayahnya. Mereka memberikan lampu hijau penyelenggaraan festival saat kasus COVID-19 di India tengah mengalami lonjakan.

Dikutip dari AFP, ratusan ribu umat Hindu akan menghadiri festival tersebut, yang sudah dimulai pada Sabtu (8/1) lalu. Acara besar-besaran itu akan diselenggarakan di Pulau Sagar, lokasi masuknya Sungai suci Gangga ke Teluk Benggala.

Festival Gangasagar Mela menandai musim panen dan akan mencapai puncaknya akhir pekan depan, menjelang terbitnya bulan baru pada 17 Januari.

Seorang dokter di Kota Kolkata, Avinandan Mondal, melayangkan permintaan kepada Pengadilan untuk melarang festival itu diselenggarakan. Sebab, lonjakan kasus COVID-19 India dalam dua pekan terakhir naik sangat tajam.

Pada Senin (10/1) saja, Pemerintah India melaporkan sebanyak 179.723 kasus baru dan 146 kematian akibat corona.

Ilustrasi Festival agama Hindu Gangasagar Mela di India. Foto: Dibyangshu Sarkar/AFP

Kota-kota besar seperti Mumbai, Kolkata, dan Delhi kini sudah didominasi varian Omicron. Kebijakan pembatasan kegiatan pun kembali diberlakukan di kota-kota besar itu.

Tetapi, Pengadilan Tinggi Kolkata menolak permintaan sang dokter. Justru, mereka meminta Pemerintah Daerah untuk mengeluarkan peringatan kepada warga soal risiko menghadiri festival.

Kurang dari 500.000 umat Hindu diperkirakan akan menghadiri acara keagamaan tersebut.

“Orang-orang dari seluruh negara bagian di India akan menghadiri festival keagamaan ini, dan melakukan pemandian suci [di Sungai Gangga],” ujar seorang pemerhati lingkungan, Subhas Dutta.

“Ada kemungkinan mereka membawa varian-varian virus [corona], dan festival keagamaan ini ditakutkan menjadi peristiwa superspreader dalam beberapa hari ke depan,” lanjutnya.

Pulau Sagar, lokasi dari Gangasagar Mela, merupakan salah satu tempat paling keramat bagi umat Hindu. Tiap tahunnya, jumlah peziarah bisa mencapai jutaan.

Umat Hindu berenang selama mengikuti prosesi festival Kumbh Mela di Haridwar, India. Foto: Anushree Fadnavis/REUTERS

Para peziarah berangkat ke lokasi dengan menggunakan kereta, bus, berjalan kaki, kemudian menaiki kapal. Di sana, mereka akan beribadah, mandi, dan mengunjungi banyak kuil suci.

Tahun lalu, tsunami COVID-19 di India terjadi tak lama setelah diselenggarakannya festival agama besar Kumbh Mela di Kota Haridwar.

Diperkirakan jutaan umat Hindu menghadiri festival itu dan melaksanakan prosesi mandi suci di Sungai Gangga.

Saat itu, tampak para peziarah tidak menggunakan masker dan mengabaikan aturan jaga jarak sosial.

Beberapa pekan setelahnya, kasus COVID-19 di India meroket. Kasus harian bisa mencapai 400.000, dengan kematian bisa mencapai 4.000 jiwa dalam 24 jam.

Situasi di India saat itu benar-benar kacau, diperburuk dengan penuhnya rumah sakit, krisis oksigen medis, dan petugas pemulasaran jenazah yang kewalahan.