India Minta Inggris Ekstradisi Miliarder yang Menipu Bank Rp 29 T

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penipuan (Foto: Nick Youngson/nyphotographic.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penipuan (Foto: Nick Youngson/nyphotographic.com)

Pemerintah India meminta Inggris mengekstradisi pengusaha berlian Nirav Modi. Miliarder tersebut dituduh terlibat kasus penipuan pinjaman di Bank Nasional Punjab (PNB) senilai lebih dari Rp 29 triliun.

Hingga kini keberadaan Modi belum bisa diketahui. Dia bersama sang paman hilang sejak Januari 2018 lalu.

Menurut PNB, kedua orang tersebut bertanggung jawab atas peninpuan di bank tersebut. Aksi kriminal itu dilakukan dengan cara meminta peningkatan kredit menggunakan jaminan palsu.

Pada bulan Juli lalu, Kepolisian Internasional telah mengeluarkan perintah pencarian serta penangkapan terhadap Modi.

Sementara Kamis (2/8) lalu, Kementerian Luar Negeri India menyatakan kepada parlemen mereka telah mengirimkan permintaan ekstradisi resmi kepada Inggris.

Dilansir Reuters, Jumat (3/8) walau surat sudah dikirim belum bisa dipastikan apakah Modi dan pamannya berada di Inggris atau tidak.

Terkait tuduhan ini, sedari kasus itu terungkap pengacara Modi membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya. Kendati demikian soal permintaan ekstradisi tim pembela hukum masih belum bersedia dimintai komentar.

Penipuan di PNB adalah sejarah kelam terbesar di dalam sejarah perbankan India. Efek kasus tersebut pun cukup terasa di India. Kepercayaan warga India terhadap bank yang dikelola negara semakin menurun drastis..