News
·
1 September 2020 14:42

Indonesia Kecewa AS Veto Usulan Resolusi Penanggulangan Terorisme di DK PBB

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Indonesia Kecewa AS Veto Usulan Resolusi Penanggulangan Terorisme di DK PBB (241329)
Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani (kiri) dalam pertemuan DK PBB di New York. Foto: Dok. PTRI New York
Amerika Serikat mengeluarkan veto terhadap usulan resolusi penanggulangan terorisme yang diajukan Indonesia di Dewan Keamanan PBB.
ADVERTISEMENT
Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dian Triansyah Djani, menyayangkan gagalnya adopsi resolusi penanggulangan terorisme yang diusulkan Indonesia.
"Indonesia menyayangkan DK gagal mengadopsi draf tentang penuntutan, rehabilitasi dan reintegrasi (PRR) teroris," kata Djani seperti dikutip dari situs PTRI New York.
Indonesia Kecewa AS Veto Usulan Resolusi Penanggulangan Terorisme di DK PBB (241330)
Dubes RI untuk PBB di New York Dian Triansyah Djani Foto: Andreas Gerry/kumparan
Djani mengatakan, rancangan resolusi itu bertujuan untuk memberikan panduan bagi negara-negara dunia untuk melawan ekstremisme dan terorisme.
Perlawanan dapat dilakukan dengan mengimplementasikan resolusi PRR yang berisi cara untuk membangun penuntutan kuat, memberikan rehabilitasi, dan reintegrasi jelas praktis bagi seluruh eks kombatan terorisme.
"Sebagai negara yang pernah jadi korban terorisme dan terdepan memberantas terorisme, Indonesia gagal memahami, saat dunia dikepung terorisme yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional, prakarsa penting termasuk nilai menangani ancaman belum diterima Dewan karena pandangan yang tak bisa dipahami," tegas Djani.
ADVERTISEMENT
Dia menambahkan, resolusi yang ditawarkan Indonesia sudah disetujui oleh seluruh negara anggota DK PBB. Namun, karena veto satu negara, resolusi ini gagal diadopsi.
"Perlu diketahui dunia akan lebih aman dengan rancangan resolusi ini, namun, kita kehilangan kesempatan berharga dengan tidak mengadopsinya hari ini," jelas dia.
AS mengeluarkan veto terhadap Indonesia pada Senin (31/8) waktu New York. Dubes AS untuk PBB Kelly Craft beralasan dalam resolusi yang diajukan, Indonesia tidak memasukkan langkah awal saat eks teroris kembali ke negaranya.

Inggris Juga Kecewa

Veto Amerika Serikat bukan cuma menimbulkan kekecewaan bagi Indonesia, kekecewaan serupa dirasakan Inggris. Inggris adalah juga satu dari 5 negara pemegang veto serta sekutu dekat AS.
"Kami menyesal resolusi gagal diadopsi," ucap kantor juru bicara Kemlu Inggris.
ADVERTISEMENT
"Kami bekerja sama dekat mitra internasional kami untuk meminimalisasi risiko yang muncul akibat kombatan asing," sambung mereka.