Indonesia Masuk Era Aging Population, Ini Datanya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi generasi sandwich. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi generasi sandwich. Foto: Getty Images

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang menandai tonggak penting dalam perjalanan pembangunan kependudukan di Indonesia.

Dalam hasil SUPAS 2025 itu, Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, menyebut untuk pertama kalinya, Indonesia secara resmi memasuki fase aging population, yaitu ketika proporsi penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 11,97 persen dari total penduduk.

embed from external kumparan

Pada 2020, populasi lansia berusia di atas 60 tahun hanya mencapai 9,93 persen. Kemudian, mengalami kenaikan pada 2021 dengan lansia yang mencapai 10,81 persen. Mengalami penurunan sedikit pada 2022, dengan total persentase lansia 10,48 persen.

Lalu, kembali mengalami kenaikan pada 2023 dengan persentase lansia mencapai 11,75 persen. Bahkan, pada 2024 menyentuh persentase tertinggi 12 persen.

embed from external kumparan

Indonesia yang mulai masuk dalam fase aging population ini semakin diperkuat oleh Pendataan Keluarga (PK) Kemendukbangga/BKKBN. Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025, terdapat sekitar 25,17 juta keluarga atau sekitar 33,98 persen dari seluruh keluarga yang terdata memiliki sedikitnya satu anggota lansia.

BPS menyebut struktur umur penduduk Indonesia memang sedang mengalami perubahan yang mendasar. Hal ini juga ditandai dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin melambat.

BPS menemukan laju pertumbuhan penduduk hanya 1,08 persen per tahun. Total Fertility Rate (TFR) juga turun menjadi 2,13 anak per perempuan, mendekati tingkat penggantian, sementara rasio ketergantungan meningkat menjadi 45,05 persen.

Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 BPS total fertility di Indonesia. Foto: Dok. BPS

Bahkan, laju pertumbuhan penduduk yang dilihat dari Total Fertility Rate (TFR) menunjukkan, Jakarta menjadi wilayah dengan laju terendah, yaitu 1,79 persen. Sementara, laju pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di Papua Pegunungan dengan laju mencapai 2,78 persen.

Meski begitu, jika dari segi proporsi jumlah penduduk, lansia masih belum lebih banyak daripada generasi-generasi produktif.

embed from external kumparan

Berdasarkan laporan BPS, jumlah lansia berusia 60-64 tahun mencapai 12,78 juta orang. Kemudian, usia 65-69 tahun mencapai 9,66 juta orang. Lansia berusia 70-74 tahun berjumlah 6,67 juta. Sementara, lansia 75 tahun ke atas ada sebanyak 6,37 juta.

Jika lansia dihitung dari mereka yang berusia 60 tahun ke atas, maka diperkirakan jumlahnya mencapai 35,49 juta lansia.

Ilustrasi generasi sandwich. Foto: Getty Images

Adanya perubahan laju pertumbuhan penduduk ini pun membuka peluang meningkatnya potensi sandwich generation. Saat kelompok penduduk usia produktif yang secara bersamaan harus membiayai dan merawat dua generasi sekaligus: anak-anak yang masih menjadi tanggungan dan orang tua yang memasuki usia lanjut.

Menurut Budi Setiyono, dalam perspektif Life Cycle Hypothesis yang dikembangkan oleh ekonom peraih Nobel Franco Modigliani, seseorang idealnya membiayai masa tuanya melalui tabungan dan aset yang dikumpulkan selama usia produktif.

Namun, pada negara berkembang seperti Indonesia, cakupan sistem pensiun belum menjangkau seluruh pekerja, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.