Infografik: Adu Kuat Militer Ukraina dan Rusia
·waktu baca 2 menit

Sejumlah media barat menyebut invasi Rusia ke Ukraina kemungkinan akan dilakukan pada Rabu 16 Februari besok. Meski begitu, pejabat AS membantah tidak pernah memprediksi waktu serangan Rusia terhadap Ukraina.
“Saya tidak akan menjelaskan tanggal spesifik, menurut saya itu tidak cerdik. Saya hanya akan mengatakan, dia [Presiden Vladimir Putin] bisa saja bergerak tanpa peringatan sedikit pun,” ujar juru bicara Kementerian Pertahanan AS John Kirby.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meminta rakyatnya untuk mengibarkan bendera negara dari gedung-gedung, serta menyanyikan lagu kebangsaan secara serentak pada 16 Februari.
“Mereka mencoba menakuti kita semua dengan memberikan tanggal dimulainya agresi militer. Pada hari itu, kita akan mengibarkan bendera nasional kita, menggunakan banner berwarna kuning dan biru, dan menunjukkan kepada dunia persatuan kita,” kata Zelenskiy dalam pidato kenegaraan pada Senin (14/2), dikutip dari Reuters.
Memanasnya hubungan Ukraina dan Rusia dipicu rencana Ukraina bergabung bersama NATO. Rusia khawatir bergabungnya Ukraina ke NATO akan mengancam keamanan dan kedaulatan negaranya.
Dari perspektif Rusia, lahan di Ukraina bisa saja dipakai negara-negara barat sebagai tempat peluncuran rudal yang diarahkan ke negaranya. Oleh sebab itu, Rusia terus mendesak Ukraina untuk batal bergabung dengan aliansi pertahanan global itu.
Di atas kertas, kekuatan Ukraina dengan Rusia sangatlah timpang. Pasukan militer aktif di Ukraina, misalnya, hanya mencapai 200 ribu orang. Sementara Rusia memiliki pasukan militer sebanyak 850 ribu.
Lantas, bagaimana gambaran kekuatan militer Ukraina dan Rusia saat ini? Simak jawabannya dalam infografik di atas.
