Inggris Akan Terima 20 Ribu Pengungsi dari Afghanistan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Afghanistan berkerumun di landasan bandara Kabul pada 16 Agustus 2021, untuk melarikan diri dari negara itu ketika Taliban menguasai Afghanistan. Foto: AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga Afghanistan berkerumun di landasan bandara Kabul pada 16 Agustus 2021, untuk melarikan diri dari negara itu ketika Taliban menguasai Afghanistan. Foto: AFP

Inggris berencana menyambut hingga 5.000 warga Afghanistan yang melarikan diri dari Taliban dalam waktu dekat. Ini akan dilakukan selama tahun pertama program pemukiman baru yang akan memprioritaskan perempuan, anak perempuan dan pemeluk agama serta minoritas lainnya, dibentuk di Afghanistan.

Sebelumnya Inggris telah berencana merelokasikan 5.000 orang, bagian dari Kebijakan Relokasi dan Bantuan Afghanistan, yang dirancang untuk membantu karyawan pemerintah Inggris di negara itu saat ini dan terdahulu. Artinya, untuk saat ini Inggris berencana menampung sekitar 10 ribu orang.

kumparan post embed

"Saya ingin memastikan bahwa sebagai bangsa kami melakukan segala cara, untuk memberikan dukungan kepada kelompok rentan Afghanistan yang melarikan diri. Sehingga mereka dapat memulai hidup baru dengan aman di Inggris," kata Menteri Dalam Negeri Priti Patel.

"Skema Pemukiman Relokasi Warga Afghanistan akan menyelamatkan nyawa,” imbuh dia.

Seorang anggota pasukan Taliban berjaga-jaga di luar Kementerian Dalam Negeri di Kabul, Afghanistan, Senin (16/8). Foto: Stringer/REUTERS

Patel menerangkan dalam jangka panjang, program ini bertujuan untuk membantu hingga 20.000 orang. Namun Pemerintah Konservatif menghadapi tekanan dari partai-partai oposisi dan badan amal untuk menjelaskan secara spesifik, bagaimana relokasi tersebut akan membantu warga Afghanistan.

Di sisi lain, dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Patel di The Telegraph, dia meminta negara-negara lain untuk membantu menerima pengungsi Afghanistan juga.

"Inggris juga melakukan semua yang dapat dilakukan untuk mendorong negara lain untuk membantu. Kami tidak hanya ingin memimpin dengan memberi contoh, kami tidak dapat melakukan ini sendiri," tulisnya.

kumparan post embed

Meski diakuinya karena situasi berubah dengan cepat selama beberapa hari terakhir, akan sulit mengevakuasi orang-orang yang terjebak di bagian lain Afghanistan. Sebab mereka tidak memiliki akses ke bandara atau negara ketiga.

"Gambaran kompleks di lapangan berarti akan ada tantangan signifikan dalam mewujudkan skema tersebut. Tetapi pemerintah bekerja dengan cepat untuk mengatasi hambatan ini," kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan.

Negara-negara Barat sedang menilai bagaimana merespons setelah gerilyawan Taliban dengan cepat menguasai Afghanistan. Banyak pihak yang khawatir hak-hak perempuan akan segera terancam, meskipun baru-baru ini ada jaminan sebaliknya dari Taliban.